Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah Menurut Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah
Miftah yusufpati
Rabu, 21 Mei 2025 - 16:38 WIB
Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 10 Zulhijah 1446 H jatuh pada hari Jumat, 6 Juni 2025 M. Ilustrasi: Independentcouk
LANGIT7.ID-Kapan Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah? Dalam kalender Hijriah, Idul Adha jatuh pada 10 Zulhijah 1446 H. Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 10 Zulhijah 1446 H jatuh pada hari Jumat, 6 Juni 2025 M.
Hal ini berdasarkan perhitungan astronomis melalui metode wujudul hilal. Metode wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah mensyaratkan tiga kriteria kumulatif untuk menandai awal bulan kamariah: (1) telah terjadi ijtimak (konjungsi Bulan dan Matahari), (2) ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam, dan (3) Bulan masih berada di atas ufuk saat matahari terbenam. Jika salah satu syarat ini tidak terpenuhi, bulan berjalan digenapkan menjadi 30 hari.
Berdasarkan perhitungan, pada 27 Mei 2025, ijtimak jelang Zulhijah 1446 H terjadi pukul 10:04:18 WIB. Saat matahari terbenam di Yogyakarta, tinggi Bulan mencapai +01° 27’ 07”, menegaskan bahwa hilal telah wujud. Di seluruh wilayah Indonesia, Bulan juga berada di atas ufuk, memastikan 1 Zulhijah 1446 H dimulai pada 28 Mei 2025.
Rangkaian hari penting pun telah ditetapkan: Hari Arafah (9 Zulhijah) jatuh pada Kamis, 5 Juni 2025, di mana jutaan umat Islam di Tanah Suci dan seluruh dunia akan menjalani wukuf, puncak ibadah haji yang sarat renungan spiritual.
Baca juga: Tuntunan Haji: Mabit di Muzdalifah dan Amalan di Hari Iduladha
Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) RI dalam kalender Hijriah yang dirilis resmi tak berbeda dengan Muhammadiyah: 1 Zulhijah 1446 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Maka, 10 Zulhijah 1446 H atau Idul Adha 2025 jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025.
Penetapan ini masih bersifat prediksi awal. Tentunya, Pemerintah akan menggelar pemantauan hilal dan sidang isbat untuk memastikan awal Zulhijah secara resmi.
Hal ini berdasarkan perhitungan astronomis melalui metode wujudul hilal. Metode wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah mensyaratkan tiga kriteria kumulatif untuk menandai awal bulan kamariah: (1) telah terjadi ijtimak (konjungsi Bulan dan Matahari), (2) ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam, dan (3) Bulan masih berada di atas ufuk saat matahari terbenam. Jika salah satu syarat ini tidak terpenuhi, bulan berjalan digenapkan menjadi 30 hari.
Berdasarkan perhitungan, pada 27 Mei 2025, ijtimak jelang Zulhijah 1446 H terjadi pukul 10:04:18 WIB. Saat matahari terbenam di Yogyakarta, tinggi Bulan mencapai +01° 27’ 07”, menegaskan bahwa hilal telah wujud. Di seluruh wilayah Indonesia, Bulan juga berada di atas ufuk, memastikan 1 Zulhijah 1446 H dimulai pada 28 Mei 2025.
Rangkaian hari penting pun telah ditetapkan: Hari Arafah (9 Zulhijah) jatuh pada Kamis, 5 Juni 2025, di mana jutaan umat Islam di Tanah Suci dan seluruh dunia akan menjalani wukuf, puncak ibadah haji yang sarat renungan spiritual.
Baca juga: Tuntunan Haji: Mabit di Muzdalifah dan Amalan di Hari Iduladha
Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) RI dalam kalender Hijriah yang dirilis resmi tak berbeda dengan Muhammadiyah: 1 Zulhijah 1446 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Maka, 10 Zulhijah 1446 H atau Idul Adha 2025 jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025.
Penetapan ini masih bersifat prediksi awal. Tentunya, Pemerintah akan menggelar pemantauan hilal dan sidang isbat untuk memastikan awal Zulhijah secara resmi.