Kisah Rasulullah SAW Mengabarkan Takdir Utsman bin Affan
Miftah yusufpati
Jum'at, 23 Mei 2025 - 17:27 WIB
Khalifah yang terbunuh dalam keadaan bersabar di atas kebenaran dan pasrah untuk dibunuh adalah Utsman bin Affan. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID--Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah mengabarkan kepada Utsman bin Affan dan para sahabat secara berulang-ulang bahwa akan terjadi fitnah yang akan menimpa Utsman dan para sahabat beliau yang berada di atas kebenaran.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga mengisyaratkan agar mengikuti beliau (Utsman) ketika fitnah itu terjadi. Di antara riwayat yang sahih mengenai hal ini adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhu. Ia berkata: Rasulullah SAW menyebutkan adanya fitnah, lalu seseorang lewat dan Nabi bersabda, “Orang yang memakai penutup muka ini akan terbunuh pada saat itu.”
Abdullah bin Umar mengatakan, “Aku melihat bahwa orang tersebut adalah Utsman bin Affan.”
Ka’ab bin Murrah al-Bahziz meriwayatkan kisah serupa. Ia mendengar Rasulullah menyebutkan tentang fitnah, lalu tiba-tiba Utsman datang dalam keadaan memakai penutup muka. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pun mengisyaratkan kepada Utsman seraya berkata, “Orang ini dan para sahabatnya berada di atas kebenaran dan petunjuk.”
Abdurrahman at-Tamimi dalam bukunya berjudul "Utsman bin Affan, Khalifah yang Terzhalimi"menyebutkan bahwa baik kedua riwayat ini untuk satu kisah ataupun dua kisah yang berbeda, semuanya mengabarkan bahwa Nabi SAW menjelaskan akan terbunuhnya Utsman dalam fitnah. Riwayat Ka’ab menambahkan bahwa Utsman dan para sahabatnya berada di atas kebenaran saat fitnah itu terjadi.
Baca juga: Kisah Utsman bin Affan Lupa Membayar Zakat Fitrah Padahal Pahalanya Tak Terhingga
Salah satu indikasi bahwa Ka’ab ingin mengetahui lebih jelas siapa orang yang dimaksud oleh Nabi SAW adalah ketika ia mendatangi orang tersebut, memegang kedua pundaknya, dan ternyata orang itu adalah Utsman bin Affan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyambutnya. Ka’ab berkata, “Apakah ini orangnya?” Nabi menjawab, “Ya.” (HR. Ahmad dalam *Al-Musnad*, 4/109)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga mengisyaratkan agar mengikuti beliau (Utsman) ketika fitnah itu terjadi. Di antara riwayat yang sahih mengenai hal ini adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhu. Ia berkata: Rasulullah SAW menyebutkan adanya fitnah, lalu seseorang lewat dan Nabi bersabda, “Orang yang memakai penutup muka ini akan terbunuh pada saat itu.”
Abdullah bin Umar mengatakan, “Aku melihat bahwa orang tersebut adalah Utsman bin Affan.”
Ka’ab bin Murrah al-Bahziz meriwayatkan kisah serupa. Ia mendengar Rasulullah menyebutkan tentang fitnah, lalu tiba-tiba Utsman datang dalam keadaan memakai penutup muka. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pun mengisyaratkan kepada Utsman seraya berkata, “Orang ini dan para sahabatnya berada di atas kebenaran dan petunjuk.”
Abdurrahman at-Tamimi dalam bukunya berjudul "Utsman bin Affan, Khalifah yang Terzhalimi"menyebutkan bahwa baik kedua riwayat ini untuk satu kisah ataupun dua kisah yang berbeda, semuanya mengabarkan bahwa Nabi SAW menjelaskan akan terbunuhnya Utsman dalam fitnah. Riwayat Ka’ab menambahkan bahwa Utsman dan para sahabatnya berada di atas kebenaran saat fitnah itu terjadi.
Baca juga: Kisah Utsman bin Affan Lupa Membayar Zakat Fitrah Padahal Pahalanya Tak Terhingga
Salah satu indikasi bahwa Ka’ab ingin mengetahui lebih jelas siapa orang yang dimaksud oleh Nabi SAW adalah ketika ia mendatangi orang tersebut, memegang kedua pundaknya, dan ternyata orang itu adalah Utsman bin Affan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyambutnya. Ka’ab berkata, “Apakah ini orangnya?” Nabi menjawab, “Ya.” (HR. Ahmad dalam *Al-Musnad*, 4/109)