Dua Versi Mengapa Imam al-Asy‘ari Keluar dari Muktazilah
Miftah yusufpati
Sabtu, 24 Mei 2025 - 17:11 WIB
Ada 2 versi kisah Imam Al-Asyari keluar dari ideologi Muktazilah. Ilustrasi:Ist
LANGIT7.ID-Prof. Dr. Zainun Kamal, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, mengatakan pemahaman teologi Asy‘ari termasuk dalam kategori teologi tradisional yang mengambil posisi di antara dua kutub ekstrem: kelompok rasionalis yang cenderung menggunakan pendekatan metaforis, dan kelompok tekstualis yang bersikap literal.
"Al-Asy‘ari menempatkan diri antara aliran Mu‘tazilah dan Salafiyah," tulis Zainun Kamal dalam buku "Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah" bab "Kekuatan dan Kelemahan Paham Asyari sebagai Doktrin Akidah".
Namun, kata Zainun Kamal, "benang merah" dari jalan tengah yang diambilnya tidak selalu tampak jelas. Pada satu waktu, ia cenderung mendukung pandangan Mu‘tazilah; di waktu lain, lebih dekat pada Salafiyah; dan pada saat lain lagi, mengompromikan pandangan keduanya.
Baca juga: 3 Kritik terhadap Muktazilah: Kisah al-Asy‘ari Bertanya kepada Guru Besarnya
Tentang Imam al-Asy‘ari
Nama asli Imam al-Asy‘ari adalah Ali ibn Ismail, dari keluarga Abu Musa al-Asy‘ari. Ia dikenal dengan panggilan Abu al-Hasan. Ia lahir di Bashrah pada tahun 260 H/875 M, bertepatan dengan wafatnya filsuf Muslim Arab, al-Kindi. Ia wafat di Baghdad pada tahun 324 H/935 M.
Sejak kecil, Abu al-Hasan belajar membaca, menulis, dan menghafal Al-Qur’an dalam asuhan orang tuanya, yang wafat ketika ia masih kecil.
"Al-Asy‘ari menempatkan diri antara aliran Mu‘tazilah dan Salafiyah," tulis Zainun Kamal dalam buku "Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah" bab "Kekuatan dan Kelemahan Paham Asyari sebagai Doktrin Akidah".
Namun, kata Zainun Kamal, "benang merah" dari jalan tengah yang diambilnya tidak selalu tampak jelas. Pada satu waktu, ia cenderung mendukung pandangan Mu‘tazilah; di waktu lain, lebih dekat pada Salafiyah; dan pada saat lain lagi, mengompromikan pandangan keduanya.
Baca juga: 3 Kritik terhadap Muktazilah: Kisah al-Asy‘ari Bertanya kepada Guru Besarnya
Tentang Imam al-Asy‘ari
Nama asli Imam al-Asy‘ari adalah Ali ibn Ismail, dari keluarga Abu Musa al-Asy‘ari. Ia dikenal dengan panggilan Abu al-Hasan. Ia lahir di Bashrah pada tahun 260 H/875 M, bertepatan dengan wafatnya filsuf Muslim Arab, al-Kindi. Ia wafat di Baghdad pada tahun 324 H/935 M.
Sejak kecil, Abu al-Hasan belajar membaca, menulis, dan menghafal Al-Qur’an dalam asuhan orang tuanya, yang wafat ketika ia masih kecil.