Kisah Imam Al-Asy‘ari Keluar dari Muktazilah dan Menulis 2 Buku
Miftah yusufpati
Ahad, 25 Mei 2025 - 04:15 WIB
Imam Al-Asyari menulis Maqalat al-Islamiyyin untuk menggambarkan berbagai pandangan dalam Islam, kemudian menulis al-Ibanah sebagai sanggahan terhadap Mutazilah. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Prof. Dr. Zainun Kamal, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, menyebut Imam Al-Asy‘ari menulis Maqalat al-Islamiyyin untuk menggambarkan berbagai pandangan dalam Islam, kemudian menulis al-Ibanah sebagai sanggahan terhadap Mu‘tazilah.
"Sedangkan Imam al-Ghazali, menulis Maqasid al-Falasifah untuk menjelaskan filsafat, dan Tahafut al-Falasifah sebagai bantahannya," tulis Zainun Kamal dalam buku "Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah" bab "Kekuatan dan Kelemahan Paham Asyari sebagai Doktrin Akidah".
Pada masa al-Asy‘ari, kata Zainun, pemikiran rasional identik dengan Mu‘tazilah, maka serangannya difokuskan kepada mereka. Sementara pada masa al-Ghazali, filsafat dianggap sebagai warisan rasionalisme, dan ia pun menyerangnya atas nama pembelaan terhadap teologi Asy‘ariyah.
Baca juga: Dua Versi Mengapa Imam al-Asy‘ari Keluar dari Muktazilah
Pemikiran Al-Asy‘ari yang Asli
Pemikiran al-Asy‘ari yang asli baru dapat diketahui setelah ia menyatakan pemisahan dirinya dari Mu‘tazilah dan mengakui menganut paham akidah salafiyah, yaitu aliran Ahmad bin Hanbal.
Paham ini menekankan keimanan yang tidak didasarkan pada penyelaman mendalam terhadap persoalan gaib.
"Sedangkan Imam al-Ghazali, menulis Maqasid al-Falasifah untuk menjelaskan filsafat, dan Tahafut al-Falasifah sebagai bantahannya," tulis Zainun Kamal dalam buku "Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah" bab "Kekuatan dan Kelemahan Paham Asyari sebagai Doktrin Akidah".
Pada masa al-Asy‘ari, kata Zainun, pemikiran rasional identik dengan Mu‘tazilah, maka serangannya difokuskan kepada mereka. Sementara pada masa al-Ghazali, filsafat dianggap sebagai warisan rasionalisme, dan ia pun menyerangnya atas nama pembelaan terhadap teologi Asy‘ariyah.
Baca juga: Dua Versi Mengapa Imam al-Asy‘ari Keluar dari Muktazilah
Pemikiran Al-Asy‘ari yang Asli
Pemikiran al-Asy‘ari yang asli baru dapat diketahui setelah ia menyatakan pemisahan dirinya dari Mu‘tazilah dan mengakui menganut paham akidah salafiyah, yaitu aliran Ahmad bin Hanbal.
Paham ini menekankan keimanan yang tidak didasarkan pada penyelaman mendalam terhadap persoalan gaib.