home global news

Kemunculan Neo-Komunisme Tak Bisa Dianggap Sepele, Tragedi 65 Jangan Terulang

Kamis, 30 September 2021 - 16:05 WIB
Sejarawan sekaligus dosen tetap Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Islam (STAI Persis) Garut Dr Tiar Anwar Bachtiar. Foto: Istimewa
Seolah berulang, di penghujung bulan September tema yang sering menjadi perbincangan di Indonesia adalah Komunisme. Indonesia pernah mengalami sejarah kelam di bulan September pada tahun 1965 yang dikenal dengan peristiwa Gerakan September Tiga Puluh (Gestapu) atau lebih populer lagi dengan sebutan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI).

Sejarawan sekaligus dosen tetap Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Islam (STAI Persis) Garut Dr Tiar Anwar Bachtiar menjelaskan, kemunculan Neo-Komunisme di Indonesia di era digital dan media sosial seperti sekarang ini sangat mungkin terjadi. Apalagi secara historis di Indonesia pernah ada PKI, sebuah partai komunis yang mengikuti pemilu tahun 1955 dan menjadi salah satu kekuatan besar dalam peta perpolitikan di Indonesia saat itu.

Baca Juga:Kisah Anak-Anak Eks PKI yang Kini Jadi Ustadz dan Imam Masjid

"Karena itu, kemunculan Neo-Komunisme ini tidak bisa dianggap sepele. Tentunya ini menjadi tantangan sendiri bagi bangsa Indonesia, bagaimana caranya agar peristiwa kelam di tahun 1965 tidak terulang kembali hari ini," ujar Tiar dalam keterangannya, Kamis (30/9/2021).

Pengurus Bidgar Dakwah di Pimpinan Pusat Persis itu mengungkapkan kemunculan ideologi komunisme antara tahun 1948 dan 1965 dengan sekarang tentu berbeda, terutama dalam aspek situasi ekonomi dan politik. Pada masa awal kemerdekaan kondisi ekonomi di Indonesia baru mengalami fase kebangkitan pasca runtuhnya kolonialisme yang mewariskan kemiskinan massal.

"Situasi ini menjadi lahan subur bagi tumbuhnya paham komunis di masyarakat melalui jargonnya yang terkenal 'membela rakyat kecil alias wong cilik'," katanya.

Baca Juga:Masjid Jogokariyan Gelar Layar Tanjep Nonton Bareng Film G30S PKI
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pki persis tiar anwar bachtiar film g30s komunisme
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya