5 Keutamaan Hari Arafah: Salah Satunya Hari Kesempurnaan Agama Islam
Miftah yusufpati
Selasa, 03 Juni 2025 - 04:15 WIB
Wukuf di Padang Arafah merupakan salah satu rukun haji. Tanpa wukuf, haji tidak sah. Ilustrasi: Judicial council
LANGIT7.ID-Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi dalam bukunya berjudul "Keagungan Hari Arafah" mengatakan bahwa Hari Arafah merupakan hari yang penuh dengan keutamaan. Banyak sekali keutamaannya, di antaranya:
1. Sebaik-baik Hari
Hari Arafah termasuk dalam sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.”
Para sahabat bertanya, “Tidak pula jihad di jalan Allah?”
Rasulullah ﷺ menjawab, “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan membawa jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali lagi.” (HR. Bukhari no. 969, dan lafaz ini dari Tirmidzi no. 757)
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah
Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bersabda: “Tidak ada amalan yang lebih suci di sisi Allah dan tidak ada yang lebih besar pahalanya daripada kebaikan yang dilakukan pada sepuluh hari Al-Adha.” (HR. Darimi 1/358, sanadnya hasan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Irwā’, 3/398, oleh Al-Albani)
1. Sebaik-baik Hari
Hari Arafah termasuk dalam sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.”
Para sahabat bertanya, “Tidak pula jihad di jalan Allah?”
Rasulullah ﷺ menjawab, “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan membawa jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali lagi.” (HR. Bukhari no. 969, dan lafaz ini dari Tirmidzi no. 757)
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah
Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bersabda: “Tidak ada amalan yang lebih suci di sisi Allah dan tidak ada yang lebih besar pahalanya daripada kebaikan yang dilakukan pada sepuluh hari Al-Adha.” (HR. Darimi 1/358, sanadnya hasan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Irwā’, 3/398, oleh Al-Albani)