Inspiratif, Kegagalan Tak Hentikan Mahasiswa Ini Raih Puluhan Prestasi
Tim langit 7
Rabu, 04 Juni 2025 - 21:29 WIB
Afri El Hakim saat menjalani program International Youth Global (IYG) di NTU Singapura
Kisah inspiratif datang dari salah satu mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), terutama bagi mereka yang masih gagal lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Dialah Afri El Hakim, mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri ITS angkatan 2022 yang pernah gagal dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan sempat menjalani gap year, namun justru menjadikan momen tersebut sebagai titik balik untuk menapaki banyak pencapaian prestasi membanggakan selama berkuliah di ITS.
Afri merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang meraih peringkat pertama di jurusannya selama tiga tahun. Dengan penuh percaya diri, saat itu ia mendaftar jalur SNMPTN pada Program Studi Teknik Industri dan Teknik Mesin di salah satu perguruan tinggi negeri.
Namun hasilnya belum sesuai harapan. Berbeda dengan saudara kembarnya yang berhasil masuk ITS pada percobaan pertama itu, Afri harus menelan kenyataan pahit setelah gagal pada seleksi SNMPTN maupun SBMPTN.
Tidak menyerah, putra pasangan Ratna Maya Saputri dan almarhum Jumadi ini memilih untuk gap year dulu dan mengikuti berbagai pelatihan.
Baca juga:Unair Gelar Verifikasi Biometrik Calon Mahasiswa Baru, Pertama di Indonesia
Ia sempat bekerja di BUMN seperti PT Petrokimia Gresik dan PT PG Rejo Agung Baru, serta terjun ke industri otomotif bersama PT Astra Daihatsu Motor.
Dialah Afri El Hakim, mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri ITS angkatan 2022 yang pernah gagal dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan sempat menjalani gap year, namun justru menjadikan momen tersebut sebagai titik balik untuk menapaki banyak pencapaian prestasi membanggakan selama berkuliah di ITS.
Afri merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang meraih peringkat pertama di jurusannya selama tiga tahun. Dengan penuh percaya diri, saat itu ia mendaftar jalur SNMPTN pada Program Studi Teknik Industri dan Teknik Mesin di salah satu perguruan tinggi negeri.
Namun hasilnya belum sesuai harapan. Berbeda dengan saudara kembarnya yang berhasil masuk ITS pada percobaan pertama itu, Afri harus menelan kenyataan pahit setelah gagal pada seleksi SNMPTN maupun SBMPTN.
Tidak menyerah, putra pasangan Ratna Maya Saputri dan almarhum Jumadi ini memilih untuk gap year dulu dan mengikuti berbagai pelatihan.
Baca juga:Unair Gelar Verifikasi Biometrik Calon Mahasiswa Baru, Pertama di Indonesia
Ia sempat bekerja di BUMN seperti PT Petrokimia Gresik dan PT PG Rejo Agung Baru, serta terjun ke industri otomotif bersama PT Astra Daihatsu Motor.