home masjid

Antara Sehat dan Afiat: Tafsir Kesehatan dalam Perspektif Wahyu

Kamis, 12 Juni 2025 - 04:15 WIB
Kesehatan bukan sekadar bebas dari penyakit, tapi juga selamat dari tipu daya. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Dalam dunia yang sibuk mengejar sehat secara fisik, Islam mengajukan satu istilah yang lebih luas: afiat. Kesehatan bukan sekadar bebas dari penyakit, tapi juga selamat dari tipu daya.

Ketika dunia medis sibuk mengklasifikasikan kesehatan dalam kategori fisik, mental, dan sosial, Al-Qur’an dan hadis mengajukan istilah yang jauh lebih menyeluruh: afiat.

Dalam buku Wawasan Al-Qur’an, Prof Dr M Quraish Shihab membedakan antara "sehat" dan "afiat"—dua kata yang dalam bahasa Indonesia sering digandengkan tanpa disadari maknanya berbeda.

Menurut pakar tafsir ini, kata “afiat” dalam khazanah Islam klasik bukan hanya berarti “sehat” dalam arti medis, tetapi juga menunjuk pada perlindungan menyeluruh dari bencana dan kerusakan fungsi tubuh, lahir maupun batin.

Dalam kamus Arab, afiat berarti terhindar dari musibah dan tipu daya. Dengan kata lain, afiat adalah keberfungsian tubuh sesuai tujuan penciptaannya. Mata yang afiat, misalnya, bukan sekadar yang dapat melihat jelas, tetapi yang mampu menghindari pandangan dari yang haram.

Baca juga: Menjenguk Non-Muslim yang Sakit Menurut Ajaran Islam

Paradigma ini menggugat reduksi modern terhadap kesehatan yang hanya berfokus pada fisik. Dalam tradisi Islam, sehat bukan hanya urusan rumah sakit dan obat-obatan, melainkan juga ibadah, moralitas, dan kebersihan hati. Sehat menjadi bagian dari kesalehan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya