Kolom Ekonomi Syariah: Kejujuran dan Kemajuan
Prof dr bambang setiaji
Senin, 16 Juni 2025 - 04:00 WIB
Kolom Ekonomi Syariah: Kejujuran dan Kemajuan
LANGIT7.ID-Akhir akhir ini terdapat heboh masalah ijasah pejabat publik, banyak orang termasuk politisi mengapa mempermasalahkan ijasah, tidak membicarakan masalah ekonomi bangsa yang lebih penting. Kejujuran adalah landasan paling penting dalam membangun ekonomi.
Kemajuan ekonomi tidak lain adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam ekonomi baik dalam produksi, distribusi, dan konsumsi. Dan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasar sangat ketat kepada kejujuran. Setiap riset serius level doktor misalnya selalu ada sesi etika, yaitu yang mencakup landasan kejujuran data, baik bagi peneliti dan obyek atau responden. Tanpa kejujuran maka temuan penelitiannya tidak berguna bahkan membahayakan. Bayangkan jika hal itu terjadi dalam bidang keteknikan yang memerlukan presisi, bidang kesehatan yang memerlukan data yang benar, dan bidang sosial ekonomi juga demikian.
Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Masalah Lapangan Kerja
Bisnis hanya berjalan dengan baik jika diletakkan pada landasan kejujuran sejak dari produksi, distribusi, dan penggunaannya. Bisnis hanya berkembang jika berlandaskan kejujuran, dan ketidak jujuran akan menghancurkan kepercayaan publik yang dilayani. Membangun kejujuran sama pentingnya dengan membangun teknologi dan investasi di berbagai bidang.
Ekonomi syariah juga jangan hanya bergerak kepada hukum atau fiqih, dan hal itu akan mengurangi perannya. Ekonomi syariah harus dimulai atau mencakup training kejujuran, dari mulai pemahaman pentingnya kejujuran dan pelatihan supaya anak anak bertindak jujur. Kurikulum pembentukan kejujuran ini bentuknya bagaimana dan bagimana metode mengajarnya atau trainingnya? Beberapa negara memiliki kurikulum kejujuran, Korea Selatan, Singapura, dan berbagai negara maju lainnya. Di dunia Islam terutama negara besar seperti Indonesia, Turki, Mesir, Pakistan, India, dan sebagainya training kejujuran ini diperlukan. Perlu adanya semacam base camp khusus pelatihan kejujuran ini.
Baca juga:Kolom Ekonomi Syariah: Upah dan Daya Saing
Kemajuan ekonomi tidak lain adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam ekonomi baik dalam produksi, distribusi, dan konsumsi. Dan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasar sangat ketat kepada kejujuran. Setiap riset serius level doktor misalnya selalu ada sesi etika, yaitu yang mencakup landasan kejujuran data, baik bagi peneliti dan obyek atau responden. Tanpa kejujuran maka temuan penelitiannya tidak berguna bahkan membahayakan. Bayangkan jika hal itu terjadi dalam bidang keteknikan yang memerlukan presisi, bidang kesehatan yang memerlukan data yang benar, dan bidang sosial ekonomi juga demikian.
Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Masalah Lapangan Kerja
Bisnis hanya berjalan dengan baik jika diletakkan pada landasan kejujuran sejak dari produksi, distribusi, dan penggunaannya. Bisnis hanya berkembang jika berlandaskan kejujuran, dan ketidak jujuran akan menghancurkan kepercayaan publik yang dilayani. Membangun kejujuran sama pentingnya dengan membangun teknologi dan investasi di berbagai bidang.
Ekonomi syariah juga jangan hanya bergerak kepada hukum atau fiqih, dan hal itu akan mengurangi perannya. Ekonomi syariah harus dimulai atau mencakup training kejujuran, dari mulai pemahaman pentingnya kejujuran dan pelatihan supaya anak anak bertindak jujur. Kurikulum pembentukan kejujuran ini bentuknya bagaimana dan bagimana metode mengajarnya atau trainingnya? Beberapa negara memiliki kurikulum kejujuran, Korea Selatan, Singapura, dan berbagai negara maju lainnya. Di dunia Islam terutama negara besar seperti Indonesia, Turki, Mesir, Pakistan, India, dan sebagainya training kejujuran ini diperlukan. Perlu adanya semacam base camp khusus pelatihan kejujuran ini.
Baca juga:Kolom Ekonomi Syariah: Upah dan Daya Saing