Bisakah Gencatan Senjata Israel-Iran Bertahan Lama? Banyak Tanda Tanya Usai Pengumuman Trump
Nabil
Selasa, 24 Juni 2025 - 14:52 WIB
Bisakah Gencatan Senjata Israel-Iran Bertahan Lama? Banyak Tanda Tanya Usai Pengumuman Trump
LANGIT7.ID–Jakarta;Ketika Presiden AS Donald Trump mengirimkan pembom untuk menyerang fasilitas nuklir Iran akhir pekan lalu, ia berharap bisa membantu sekutunya, Israel, menghancurkan program nuklir Teheran, tanpa harus terjebak dalam perang berkepanjangan.
Namun hanya beberapa hari kemudian, Trump mengejutkan dunia dengan mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran pada Senin. Banyak yang menilai langkah itu berhasil memaksa penguasa Iran kembali ke meja perundingan.
Tapi hingga kini masih banyak pertanyaan besar yang belum terjawab. Yang paling utama: mungkinkah gencatan senjata ini benar-benar terjadi dan bisa bertahan? Mengingat dua negara ini sudah lama jadi musuh bebuyutan dan terlibat konflik bayangan yang kini berubah jadi perang udara terbuka selama 12 hari terakhir.
Baca juga: Rusia: Gencatan Senjata Saja Tak Cukup, Kesepakatan Nuklir Iran Sulit Dihidupkan
Trump mengklaim di media sosial bahwa gencatan senjata "lengkap dan total" sudah disepakati. Tapi ia tidak menjelaskan apa isi kesepakatannya, apakah akan ada kelanjutan dari negosiasi nuklir yang sempat gagal, atau bagaimana nasib stok uranium Iran yang diduga masih utuh meski diserang AS dan Israel.
“Israel sudah mencapai sebagian besar tujuannya... dan Iran sedang mencari jalan keluar,” kata Jonathan Panikoff, mantan wakil direktur intelijen AS untuk kawasan Timur Tengah. “AS berharap ini jadi awal dari akhir. Tapi tantangannya adalah, apakah ada strategi untuk langkah selanjutnya.”
Belum ada konfirmasi resmi dari Israel soal kesepakatan damai ini. Bahkan militer Israel justru melaporkan bahwa pada Selasa dini hari mereka mendeteksi peluncuran rudal dari Iran ke wilayah Israel. Serangan ke Beersheba itu menewaskan empat orang, menurut laporan layanan ambulans Israel.
Namun hanya beberapa hari kemudian, Trump mengejutkan dunia dengan mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran pada Senin. Banyak yang menilai langkah itu berhasil memaksa penguasa Iran kembali ke meja perundingan.
Tapi hingga kini masih banyak pertanyaan besar yang belum terjawab. Yang paling utama: mungkinkah gencatan senjata ini benar-benar terjadi dan bisa bertahan? Mengingat dua negara ini sudah lama jadi musuh bebuyutan dan terlibat konflik bayangan yang kini berubah jadi perang udara terbuka selama 12 hari terakhir.
Baca juga: Rusia: Gencatan Senjata Saja Tak Cukup, Kesepakatan Nuklir Iran Sulit Dihidupkan
Trump mengklaim di media sosial bahwa gencatan senjata "lengkap dan total" sudah disepakati. Tapi ia tidak menjelaskan apa isi kesepakatannya, apakah akan ada kelanjutan dari negosiasi nuklir yang sempat gagal, atau bagaimana nasib stok uranium Iran yang diduga masih utuh meski diserang AS dan Israel.
“Israel sudah mencapai sebagian besar tujuannya... dan Iran sedang mencari jalan keluar,” kata Jonathan Panikoff, mantan wakil direktur intelijen AS untuk kawasan Timur Tengah. “AS berharap ini jadi awal dari akhir. Tapi tantangannya adalah, apakah ada strategi untuk langkah selanjutnya.”
Belum ada konfirmasi resmi dari Israel soal kesepakatan damai ini. Bahkan militer Israel justru melaporkan bahwa pada Selasa dini hari mereka mendeteksi peluncuran rudal dari Iran ke wilayah Israel. Serangan ke Beersheba itu menewaskan empat orang, menurut laporan layanan ambulans Israel.