Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 25 Mei 2026
home global news detail berita

Bisakah Gencatan Senjata Israel-Iran Bertahan Lama? Banyak Tanda Tanya Usai Pengumuman Trump

nabil Selasa, 24 Juni 2025 - 14:52 WIB
Bisakah Gencatan Senjata Israel-Iran Bertahan Lama? Banyak Tanda Tanya Usai Pengumuman Trump
LANGIT7.ID–Jakarta; Ketika Presiden AS Donald Trump mengirimkan pembom untuk menyerang fasilitas nuklir Iran akhir pekan lalu, ia berharap bisa membantu sekutunya, Israel, menghancurkan program nuklir Teheran, tanpa harus terjebak dalam perang berkepanjangan.

Namun hanya beberapa hari kemudian, Trump mengejutkan dunia dengan mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran pada Senin. Banyak yang menilai langkah itu berhasil memaksa penguasa Iran kembali ke meja perundingan.

Tapi hingga kini masih banyak pertanyaan besar yang belum terjawab. Yang paling utama: mungkinkah gencatan senjata ini benar-benar terjadi dan bisa bertahan? Mengingat dua negara ini sudah lama jadi musuh bebuyutan dan terlibat konflik bayangan yang kini berubah jadi perang udara terbuka selama 12 hari terakhir.

Baca juga: Rusia: Gencatan Senjata Saja Tak Cukup, Kesepakatan Nuklir Iran Sulit Dihidupkan

Trump mengklaim di media sosial bahwa gencatan senjata "lengkap dan total" sudah disepakati. Tapi ia tidak menjelaskan apa isi kesepakatannya, apakah akan ada kelanjutan dari negosiasi nuklir yang sempat gagal, atau bagaimana nasib stok uranium Iran yang diduga masih utuh meski diserang AS dan Israel.

“Israel sudah mencapai sebagian besar tujuannya... dan Iran sedang mencari jalan keluar,” kata Jonathan Panikoff, mantan wakil direktur intelijen AS untuk kawasan Timur Tengah. “AS berharap ini jadi awal dari akhir. Tapi tantangannya adalah, apakah ada strategi untuk langkah selanjutnya.”

Belum ada konfirmasi resmi dari Israel soal kesepakatan damai ini. Bahkan militer Israel justru melaporkan bahwa pada Selasa dini hari mereka mendeteksi peluncuran rudal dari Iran ke wilayah Israel. Serangan ke Beersheba itu menewaskan empat orang, menurut laporan layanan ambulans Israel.

Baca juga: Israel dan Iran Sepakat Gencatan Senjata, Klaim Trump

Tak lama setelah serangan itu, Trump menyatakan bahwa gencatan senjata sudah “berlaku” dan meminta kedua pihak tidak melanggarnya.

Sementara seorang pejabat Iran sebelumnya menyebut Teheran telah menerima gencatan senjata, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa tidak akan ada penghentian serangan selama Israel masih melanjutkan bombardirnya.

Meskipun begitu, Trump dan para pendukungnya tetap menggembar-gemborkan keberhasilan ini sebagai pencapaian besar dari kebijakan luar negeri mereka yang dikenal dengan istilah “damai lewat kekuatan.”

Trump sendiri memang mendukung klaim Israel bahwa Iran hampir memiliki senjata nuklir—meski Teheran berkali-kali membantahnya. Sementara lembaga intelijen AS sebelumnya menyatakan Iran tidak sedang membuat senjata nuklir, dan hingga pekan lalu penilaian itu belum berubah, kata seorang sumber kepada Reuters.


Respons Terukur dari Iran


Pengumuman Trump datang hanya beberapa jam setelah Iran menembakkan rudal ke pangkalan militer AS di Qatar, sebagai balasan atas serangan bom bunker-buster AS seberat 30.000 pon ke fasilitas nuklir bawah tanah Iran akhir pekan lalu.

Menurut sumber yang dekat dengan pemerintah, respons Iran itu dinilai cukup terukur dan tampaknya memang dirancang untuk menghindari eskalasi lebih lanjut dengan AS.

Trump pun menyerukan pembicaraan lebih lanjut dengan Israel dan Iran. Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan bahwa Israel bersedia menerima gencatan senjata selama Iran tidak menyerang lagi. Iran juga memberikan sinyal bahwa mereka tidak akan melanjutkan serangan, ujar pejabat tersebut secara anonim.

Trump dilaporkan berbicara langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan utusan khusus Steve Witkoff juga ikut menangani komunikasi langsung dan tidak langsung dengan Iran. Qatar pun disebut ikut membantu menjadi jembatan dalam kontak diplomatik tersebut.

Menurut Gedung Putih, Iran bersedia menerima gencatan senjata karena mereka berada dalam posisi yang sangat lemah setelah digempur bertubi-tubi oleh Israel—baik lewat serangan ke fasilitas nuklir dan militer maupun pembunuhan terhadap ilmuwan nuklir dan komandan keamanan senior Iran.

Tiga pejabat Israel sebelumnya juga menyatakan bahwa pemerintah mereka memang berniat menghentikan kampanye serangan ke Iran, dan telah menyampaikan hal itu kepada AS—meski mereka tetap menunggu langkah Iran.

“Sekarang setelah Trump mendeklarasikan ‘perdamaian dunia,’ akan sulit bagi Netanyahu untuk membantahnya di depan publik,” kata Laura Blumenfeld, pakar Timur Tengah dari Johns Hopkins University.


Pertaruhan Besar Trump


Langkah Trump menyerang langsung fasilitas nuklir Iran merupakan langkah yang sangat berani—dan sangat berisiko. Padahal selama ini ia selalu berjanji untuk tidak terlibat dalam perang luar negeri berskala besar.

Dalam kebijakan luar negeri yang mungkin paling berani selama masa kepresidenannya, Trump berharap bisa menghancurkan situs nuklir utama Iran di Fordow dan tetap hanya menerima balasan ringan.

Namun banyak yang khawatir Iran bisa membalas dengan menutup Selat Hormuz—jalur minyak paling penting di dunia, menyerang pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, atau mengaktifkan jaringan proksi mereka untuk menyerang kepentingan AS dan Israel di berbagai negara.

Jika Trump benar-benar berhasil meredakan konflik Israel-Iran, maka ia bisa mengurangi tekanan dari kubu Demokrat di Kongres dan menenangkan basis pendukungnya dari kalangan Republikan yang anti-intervensi—yang kecewa karena serangan bom itu bertentangan dengan janji kampanye Trump sendiri.

Dengan begitu, Trump bisa kembali fokus ke agenda domestik seperti deportasi imigran ilegal dan perang tarif dengan mitra dagang.

Namun bukan berarti Trump bisa sepenuhnya melupakan Iran.

“Apakah gencatan senjata ini bisa bertahan?” tanya Dennis Ross, mantan negosiator Timur Tengah untuk pemerintahan Republik dan Demokrat. “Ya, Iran membutuhkannya dan Israel sudah menyelesaikan sebagian besar daftar target IDF.”

Tapi persoalan belum selesai.

“Iran memang sangat lemah sekarang. Tapi bagaimana dengan masa depan program nuklir dan rudalnya? Apa yang akan terjadi dengan stok uranium tingkat tinggi milik Iran? Akan ada kebutuhan untuk negosiasi baru—dan itu tidak akan mudah,” tegas Ross.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 25 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)