Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home global news detail berita

Israel dan Iran Sepakat Gencatan Senjata, Klaim Trump

nabil Selasa, 24 Juni 2025 - 11:23 WIB
Israel dan Iran Sepakat Gencatan Senjata, Klaim Trump
LANGIT7.ID–Jakarta; Presiden AS Donald Trump pada Senin mengumumkan bahwa Israel dan Iran telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata total. Kesepakatan ini berpotensi mengakhiri perang 12 hari yang menyebabkan jutaan warga melarikan diri dari Tehran dan memicu kekhawatiran eskalasi konflik di kawasan.

Namun, belum ada konfirmasi langsung dari pihak Israel. Militer Israel justru menyebut bahwa dua gelombang serangan rudal diluncurkan dari Iran ke arah Israel pada Selasa dini hari.

Saksi mata melaporkan suara ledakan terdengar di sekitar Tel Aviv dan Beersheba, wilayah tengah Israel. Media lokal menyebutkan sebuah bangunan terkena serangan rudal di Beersheba dan menyebabkan tiga orang tewas.

Baca juga: Iran Serang Pangkalan AS di Qatar, Arab Saudi dan UEA Angkat Bicara

Israel, bersama AS pada akhir pekan lalu, meluncurkan serangan ke fasilitas nuklir Iran. Mereka menuduh Tehran sudah sangat dekat dengan pengembangan senjata nuklir.

“Dengan asumsi semuanya berjalan sesuai rencana — dan memang akan begitu — saya ingin mengucapkan selamat kepada kedua negara, Israel dan Iran, atas Ketahanan, Keberanian, dan Kecerdasannya untuk mengakhiri apa yang harus kita sebut sebagai ‘PERANG 12 HARI’,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

Seorang pejabat Iran sebelumnya membenarkan bahwa Tehran telah menyetujui gencatan senjata. Tapi Menlu Iran, Abbas Araghchi, mengatakan tidak akan ada penghentian serangan selama Israel masih melakukan agresi.

Baca juga: Iran Serang Pangkalan AS di Qatar, Rudal Dicegat tapi Ketegangan Meningkat

Araghchi menjelaskan bahwa jika Israel menghentikan “agresi ilegal” terhadap rakyat Iran paling lambat Selasa pukul 4 pagi waktu Tehran (0030 GMT), maka Iran tidak akan melanjutkan serangannya.

Sejauh ini belum ada laporan mengenai serangan lanjutan dari Israel setelah batas waktu tersebut.

“Keputusan akhir mengenai penghentian operasi militer kami akan ditentukan nanti,” tulis Araghchi di platform X.

Baca juga: PBB Sebut Serangan Israel di Iran Bisa Langgar Hukum Perang Internasional

Seorang pejabat senior Gedung Putih menyebut bahwa Trump yang memediasi kesepakatan ini lewat panggilan telepon dengan PM Israel Benjamin Netanyahu. Israel setuju selama Iran tidak meluncurkan serangan lagi.

Trump juga memberi sinyal bahwa kedua pihak diberi waktu untuk menyelesaikan misi militer yang sedang berjalan, dan setelah itu gencatan senjata akan dimulai secara bertahap.

Iran terus membantah tuduhan bahwa mereka punya program senjata nuklir. Tapi Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pernah menyatakan bahwa jika Iran memang ingin membuat senjata nuklir, “pemimpin dunia pun tidak bisa menghentikannya.”

Israel sendiri bukan bagian dari Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan dipercaya sebagai satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir — meski mereka tidak pernah membenarkan atau membantah hal itu.

Seorang pejabat yang mengetahui proses negosiasi mengatakan, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani juga ikut berperan dalam meyakinkan Iran melalui sambungan telepon dengan pejabat Tehran.

Selain itu, Wapres AS JD Vance, Menlu Marco Rubio, dan utusan khusus Steve Witkoff disebut aktif melakukan komunikasi langsung dan tidak langsung dengan pihak Iran, menurut pejabat Gedung Putih.

Baik misi Iran di PBB maupun Kedutaan Besar Israel di Washington tidak merespons permintaan komentar dari Reuters.

Beberapa jam sebelumnya, tiga pejabat Israel memberi sinyal bahwa kampanye militer ke Iran akan segera dihentikan, dan mereka sudah menyampaikan pesan itu ke pihak AS.

Netanyahu juga sudah menginstruksikan para menterinya untuk tidak memberikan pernyataan publik, menurut laporan Channel 12 Israel.

Kabar gencatan senjata ini langsung berdampak ke pasar.

Futures indeks S&P 500 naik 0,4 persen pada Senin malam, menandakan pelaku pasar optimistis dengan pembukaan perdagangan Selasa.

Sementara itu, harga minyak mentah AS turun pada perdagangan awal Selasa di Asia — menyentuh level terendah dalam sepekan — setelah pernyataan Trump tentang gencatan senjata mengurangi kekhawatiran soal gangguan pasokan.

Damai Sudah Dekat?

Meski sudah diumumkan, ketenangan belum sepenuhnya terasa di kawasan.

Militer Israel mengeluarkan dua peringatan evakuasi dalam waktu kurang dari dua jam kepada warga di beberapa wilayah ibu kota Iran, Tehran — satu dikeluarkan Senin malam dan satu lagi Selasa dini hari.

Radio militer Israel juga melaporkan bahwa alarm peringatan bahaya diaktifkan di Dataran Tinggi Golan bagian selatan karena dugaan ada intrusi pesawat musuh.

Sebelumnya pada Senin, Trump menyatakan ia akan mendorong Israel menuju perdamaian setelah menganggap serangan Iran ke pangkalan militer AS tidak menyebabkan korban, dan bahkan berterima kasih karena Iran sudah memberikan peringatan sebelumnya.

Trump menyebut Iran menembakkan 14 rudal ke pangkalan AS, dan menganggapnya sebagai “respons yang sangat lemah, seperti yang kami perkirakan dan berhasil kami tangkal dengan sangat efektif.”

Respons Iran ini mengingatkan pada gaya lama mereka saat berhadapan dengan AS dan Israel — tetap menunjukkan kekuatan tapi berusaha menghindari eskalasi besar yang sulit mereka tanggung.

Kelihatannya strategi itu berhasil.

Serangan Iran sendiri dilakukan sebagai balasan atas bom penembus bunker seberat 30.000 pon yang dijatuhkan AS ke fasilitas nuklir bawah tanah Iran pada akhir pekan lalu, sebagai bagian dari operasi udara bersama Israel.

Sebagian besar penduduk Tehran yang berjumlah sekitar 10 juta jiwa telah meninggalkan kota akibat pemboman selama beberapa hari terakhir.

Pemerintahan Trump tetap bersikukuh bahwa tujuan serangan hanya untuk menghancurkan program nuklir Iran — bukan untuk memicu perang besar.

“Iran sangat dekat dengan memiliki senjata nuklir,” kata Wapres JD Vance dalam wawancara dengan acara Special Report with Bret Baier di Fox News.

“Sekarang Iran tidak mungkin lagi membuat senjata nuklir dengan peralatan yang mereka punya, karena semuanya sudah kami hancurkan,” lanjutnya.

Trump menyebutkan intelijen AS menyimpulkan bahwa Iran hampir membangun senjata nuklir, meski tidak merinci lebih lanjut. Namun sebelumnya, badan intelijen AS menilai bahwa Iran tidak sedang mengembangkan senjata nuklir. Sumber dari Reuters yang memiliki akses ke laporan intelijen AS juga mengatakan bahwa penilaian tersebut belum berubah.

Meski begitu, Trump lewat media sosial pada Minggu lalu mengisyaratkan keinginan untuk menggulingkan para pemimpin garis keras Iran yang sudah jadi musuh utama AS sejak Revolusi Islam 1979.

Di sisi lain, Israel menjelaskan bahwa serangan mereka ke Penjara Evin — yang dikenal sebagai tempat tahanan politik — dan berbagai target lain di Tehran memang ditujukan untuk menghantam struktur kekuasaan Iran dan kemampuannya untuk bertahan.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)