Pemerintah Bantu Talenta Ekraf Daerah Agar Siap Ekspor dan Perluas Pasar
Tim langit 7
Ahad, 29 Juni 2025 - 21:38 WIB
Kemenekraf perdana gelar Bootcamp ASIK siapkan ekspor kuat dari daerah, ARTOTEL Yogyakarta, Jumat (27/6/2025).
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) memperkuat kesiapan ekspor pegiat ekonomi kreatif melalui bootcamp program Akselerasi Kreasi Ekspor Indonesia (ASIK) khususnya subsektor kriya. Yogyakarta dipilih menjadi kota pertama digelarnya program ini.
"Kita ingin ekspor bukan hanya jadi label keren tapi jadi jalan nyata untuk menaikkan omzet dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Ekonomi kreatif tidak lagi pelengkap, tapi tulang punggung pertumbuhan ekonomi baru yang tumbuh dari akar dari para pegiat di berbagai daerah," kata Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar saat menghadiri program ASIK di Yogyakarta.
Program ASIK yang diluncurkan pada 26 Mei 2025 ini dirancang untuk mempercepat kesiapan ekspor pegiat kreatif di bidang fesyen, kriya, dan kuliner. Pendekatannya menyeluruh mulai dari kurasi, pelatihan, sertifikasi, business matching, hingga partisipasi dalam pameran nasional dan internasional.
Dari 171 jenama kriya yang mendaftar dari seluruh Indonesia, hanya 20 yang lolos seleksi untuk mengikuti bootcamp ASIK di Yogyakarta. Mereka membawa kekayaan kriya Nusantara mulai dari kayu, kulit, tekstil, keramik, logam, hingga batu dengan latar belakang usaha yang beragam namun berpeluang besar menembus pasar global.
Wamen Ekraf Irene juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem ekspor kreatif yang kokoh baik antarpeserta maupun dengan berbagai pihak lintas sektor. Wamen Ekraf Irene berharap ASIK bukan hanya menjadi ruang untuk menyerap ilmu teknis, tetapi juga awal terbentuknya jejaring yang kuat antar pegiat kreatif dari berbagai daerah.
Baca juga:Nostalgia Masa Kecil dengan Permainan Jadul, Bareng Komunitas Bermain
“Kalian adalah top 10% dari semua yang mendaftar. Gunakan kesempatan ini untuk belajar, membangun jaringan, dan saling menguatkan. Persahabatan yang lahir di sini bisa jadi fondasi ekosistem bisnis yang berkelanjutan,” kata Wamen Ekraf Irene.
"Kita ingin ekspor bukan hanya jadi label keren tapi jadi jalan nyata untuk menaikkan omzet dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Ekonomi kreatif tidak lagi pelengkap, tapi tulang punggung pertumbuhan ekonomi baru yang tumbuh dari akar dari para pegiat di berbagai daerah," kata Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar saat menghadiri program ASIK di Yogyakarta.
Program ASIK yang diluncurkan pada 26 Mei 2025 ini dirancang untuk mempercepat kesiapan ekspor pegiat kreatif di bidang fesyen, kriya, dan kuliner. Pendekatannya menyeluruh mulai dari kurasi, pelatihan, sertifikasi, business matching, hingga partisipasi dalam pameran nasional dan internasional.
Dari 171 jenama kriya yang mendaftar dari seluruh Indonesia, hanya 20 yang lolos seleksi untuk mengikuti bootcamp ASIK di Yogyakarta. Mereka membawa kekayaan kriya Nusantara mulai dari kayu, kulit, tekstil, keramik, logam, hingga batu dengan latar belakang usaha yang beragam namun berpeluang besar menembus pasar global.
Wamen Ekraf Irene juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem ekspor kreatif yang kokoh baik antarpeserta maupun dengan berbagai pihak lintas sektor. Wamen Ekraf Irene berharap ASIK bukan hanya menjadi ruang untuk menyerap ilmu teknis, tetapi juga awal terbentuknya jejaring yang kuat antar pegiat kreatif dari berbagai daerah.
Baca juga:Nostalgia Masa Kecil dengan Permainan Jadul, Bareng Komunitas Bermain
“Kalian adalah top 10% dari semua yang mendaftar. Gunakan kesempatan ini untuk belajar, membangun jaringan, dan saling menguatkan. Persahabatan yang lahir di sini bisa jadi fondasi ekosistem bisnis yang berkelanjutan,” kata Wamen Ekraf Irene.