home masjid

Jika Kematian Tak Memberi Undangan, Nasrudin Sudah Siapkan Pakaian

Jum'at, 04 Juli 2025 - 16:00 WIB
Dalam tradisi sufi, kebenaran sering disampaikan dengan cara yang ringan namun menusuk. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Pagi itu, di jalan raya desa, Nasrudin Hoja berjalan santai. Ia mengenakan jubah hitam panjang yang menyapu tanah, wajahnya muram, matanya menatap jauh. Orang-orang di pasar menoleh, sebagian berbisik-bisik, heran melihat sang Mullah yang biasanya jenaka kini tampak begitu serius.

Seorang lelaki akhirnya memberanikan diri bertanya, “Wahai Mullah, mengapa engkau berpakaian serba hitam seperti itu? Apa ada yang meninggal?”

Nasrudin berhenti sejenak, menatap lelaki itu dari atas sampai bawah, lalu menarik napas panjang. “Yah,” katanya, dengan suara datar tapi cukup keras untuk didengar orang-orang di sekitar. “Bisa saja terjadi… tanpa kita diberi tahu.”

Lelaki itu mengernyit, orang-orang di pasar mulai tertawa pelan. Nasrudin melanjutkan langkahnya dengan tenang, meninggalkan mereka yang masih terjebak antara geli dan bingung: apakah ini tanda duka, sindiran, atau sekadar cara Nasrudin mengingatkan bahwa kematian selalu bisa datang — bahkan kepada mereka yang tak pernah siap.

Baca juga: Kisah Humor Sufi Nasrudin: Ketika Kapal Hampir Tenggelam dan Janji Mulai Berhamburan

------

Berikut beberapa hikmah yang bisa dipetik:
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya