Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home masjid detail berita

Jika Kematian Tak Memberi Undangan, Nasrudin Sudah Siapkan Pakaian

miftah yusufpati Jum'at, 04 Juli 2025 - 16:00 WIB
Jika Kematian Tak Memberi Undangan, Nasrudin Sudah Siapkan Pakaian
Dalam tradisi sufi, kebenaran sering disampaikan dengan cara yang ringan namun menusuk. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Pagi itu, di jalan raya desa, Nasrudin Hoja berjalan santai. Ia mengenakan jubah hitam panjang yang menyapu tanah, wajahnya muram, matanya menatap jauh. Orang-orang di pasar menoleh, sebagian berbisik-bisik, heran melihat sang Mullah yang biasanya jenaka kini tampak begitu serius.

Seorang lelaki akhirnya memberanikan diri bertanya, “Wahai Mullah, mengapa engkau berpakaian serba hitam seperti itu? Apa ada yang meninggal?”

Nasrudin berhenti sejenak, menatap lelaki itu dari atas sampai bawah, lalu menarik napas panjang. “Yah,” katanya, dengan suara datar tapi cukup keras untuk didengar orang-orang di sekitar. “Bisa saja terjadi… tanpa kita diberi tahu.”

Lelaki itu mengernyit, orang-orang di pasar mulai tertawa pelan. Nasrudin melanjutkan langkahnya dengan tenang, meninggalkan mereka yang masih terjebak antara geli dan bingung: apakah ini tanda duka, sindiran, atau sekadar cara Nasrudin mengingatkan bahwa kematian selalu bisa datang — bahkan kepada mereka yang tak pernah siap.

Baca juga: Kisah Humor Sufi Nasrudin: Ketika Kapal Hampir Tenggelam dan Janji Mulai Berhamburan

------

Berikut beberapa hikmah yang bisa dipetik:

1. Kematian adalah misteri yang selalu dekat.

Tanpa kita sadari, setiap saat bisa saja seseorang — atau bahkan kita sendiri — meninggal, tanpa pemberitahuan. Nasrudin mengingatkan bahwa kita tak pernah tahu kapan waktunya, jadi sebaiknya selalu siap secara batin.

2. Kesadaran akan kefanaan.

Dengan memakai jubah duka, Nasrudin seolah “selalu berkabung” atas kefanaan dunia. Dunia ini sementara, dan kehilangan adalah bagian dari hidup. Pakaian hitamnya menjadi simbol kesadaran itu.

3. Sindiran halus pada kelalaian manusia.

Banyak orang terlalu sibuk dengan urusan duniawi sampai lupa bahwa maut bisa datang kapan saja. Jawaban Nasrudin yang tampak konyol — *“bisa saja terjadi tanpa kita diberi tahu”* — adalah sindiran lembut kepada orang-orang yang hidup seolah-olah mereka akan hidup selamanya.

Baca juga: Kisah Humor Sufi Nasrudin Hoja: Utang Terima Kasih yang Terlalu Lama

4. Humor sebagai cara menyampaikan kebenaran.

Dalam tradisi sufi, kebenaran sering disampaikan dengan cara yang ringan namun menusuk. Nasrudin tidak menguliahi orang dengan ayat-ayat atau nasihat panjang, cukup dengan tindakan sederhana dan satu kalimat yang membuat orang berpikir.

Jadi, di balik kelucuannya, Nasrudin mengajak kita untuk merenung: jangan lalai, hidup ini singkat, dan selalu ingat bahwa kematian bisa datang tanpa “undangan” atau tanda-tanda.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)