4 Amalan Sederhana Pembuka Rezeki Ajaran Ibnu Qayyim
Miftah yusufpati
Ahad, 13 Juli 2025 - 04:15 WIB
Zikir yang konsisten di awal dan akhir hari, kata Ibnu Qayyim, bukan hanya mencukupi kebutuhan batin tetapi juga mencukupi segala urusan dunia. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Di sebuah Damaskus abad ke-13, lahir seorang ulama yang tak hanya piawai dalam fiqih, tetapi juga dikenal sebagai ahli tafsir, hadis, nahwu, ushul, kalam, penghafal Al-Qur’an, bahkan seorang mujtahid. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah — nama lengkap yang selalu disebut dengan penuh hormat — lahir pada 4 Februari 1292 dan wafat pada 23 September 1350.
Warisan keilmuannya tak hanya berupa kitab-kitab fiqih yang tebal. Dalam Zad al-Ma’ad fi Hady Khayr al-‘Ibad, Ibnu Qayyim menawarkan sebuah “resipe” sederhana untuk membuat hidup mudah dan rezeki lapang. Resep itu hanya terdiri dari empat amalan, yang oleh banyak kalangan sufi dan ulama setelahnya dijadikan pegangan.
Keempatnya adalah qiyam al-layl (salat malam), katsrat al-istighfar bi al-ashar (memperbanyak istighfar saat sahur), ta’ahud al-sadaqah (membiasakan sedekah), dan al-dzikr awwal al-nahar wa akhirahu (berzikir di waktu pagi dan sore).
Bukan semata ritual kosong, keempat amalan ini, kata Ibnu Qayyim, harus dilakukan dengan rasa tunduk sepenuh hati kepada Allah, yakin bahwa Allah yang Maha Kuasa atas segalanya. “Maka apa yang diminta hamba-Nya, pasti akan diberikan,” tulisnya.
Baca juga: Rahasia Rezeki Lancar Ala Irfan Hakim: Haram Ngomong Capek!
Menegakkan Salat Malam
Qiyam al-layl, bagi Ibnu Qayyim, adalah kebiasaan orang-orang saleh, sarana paling sunyi untuk mendekat pada Allah. Dari Abu Hurairah, diriwayatkan sabda Nabi ﷺ:
Warisan keilmuannya tak hanya berupa kitab-kitab fiqih yang tebal. Dalam Zad al-Ma’ad fi Hady Khayr al-‘Ibad, Ibnu Qayyim menawarkan sebuah “resipe” sederhana untuk membuat hidup mudah dan rezeki lapang. Resep itu hanya terdiri dari empat amalan, yang oleh banyak kalangan sufi dan ulama setelahnya dijadikan pegangan.
Keempatnya adalah qiyam al-layl (salat malam), katsrat al-istighfar bi al-ashar (memperbanyak istighfar saat sahur), ta’ahud al-sadaqah (membiasakan sedekah), dan al-dzikr awwal al-nahar wa akhirahu (berzikir di waktu pagi dan sore).
Bukan semata ritual kosong, keempat amalan ini, kata Ibnu Qayyim, harus dilakukan dengan rasa tunduk sepenuh hati kepada Allah, yakin bahwa Allah yang Maha Kuasa atas segalanya. “Maka apa yang diminta hamba-Nya, pasti akan diberikan,” tulisnya.
Baca juga: Rahasia Rezeki Lancar Ala Irfan Hakim: Haram Ngomong Capek!
Menegakkan Salat Malam
Qiyam al-layl, bagi Ibnu Qayyim, adalah kebiasaan orang-orang saleh, sarana paling sunyi untuk mendekat pada Allah. Dari Abu Hurairah, diriwayatkan sabda Nabi ﷺ: