Iblis: Malaikat yang Membangkang atau Jin yang Durhaka?
Miftah yusufpati
Senin, 14 Juli 2025 - 16:30 WIB
Malaikat tidak makan, tidak minum, tidak memiliki keturunan, sedangkan iblis dan keturunannya berkembang biak sebagaimana manusia. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Perdebatan tentang siapa sejatinya iblis berlangsung sejak berabad-abad lalu. Dalam literatur tafsir klasik dan modern, dua arus besar pendapat bertahan hingga kini: satu menyebut iblis berasal dari golongan malaikat yang membangkang; yang lain meyakini bahwa ia adalah jin yang durhaka.
Pandangan pertama diwakili oleh tokoh-tokoh besar seperti Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, dan Said bin Musayib. Bagi mereka, iblis adalah pemimpin para malaikat di langit dunia. Ibnu Abbas bahkan menyebut namanya sebagai عَزَازِيل (Azazil), atau dalam riwayat lain الْحَارِث (Al-Harits). Ada pula yang menisbahkannya dengan julukan أبو كردوس (Abu Kurdus). Dalam riwayat yang dikutip dari Ibnu Abbas, iblis disebut bagian dari kelompok malaikat yang dinamakan *al-hin*, makhluk paling rajin beribadah, berilmu, dan paling dihormati sebelum akhirnya terusir karena kesombongannya.
Dalil utama pandangan ini bertumpu pada firman Allah dalam QS Al-Baqarah: 34:
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰٓئِكَةِ اسْجُدُوْا لِآدَمَ فَسَجَدُوْٓا إِلَّآ إِبْلِيْسَۗ أَبٰى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِيْنَ
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir.
Baca juga: Adam Gemar Minum Arak di Surga: Detik-Detik Iblis Menyesatkannya
Redaksi ayat ini tampak memberi isyarat bahwa iblis termasuk dalam kelompok malaikat, sebab ia disebut setelah illā (pengecualian) dari malaikat. “Andai iblis bukan bagian dari malaikat,” kata Ibnu Abbas, “tentu dia tidak diperintahkan untuk sujud bersama mereka.”
Pandangan pertama diwakili oleh tokoh-tokoh besar seperti Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, dan Said bin Musayib. Bagi mereka, iblis adalah pemimpin para malaikat di langit dunia. Ibnu Abbas bahkan menyebut namanya sebagai عَزَازِيل (Azazil), atau dalam riwayat lain الْحَارِث (Al-Harits). Ada pula yang menisbahkannya dengan julukan أبو كردوس (Abu Kurdus). Dalam riwayat yang dikutip dari Ibnu Abbas, iblis disebut bagian dari kelompok malaikat yang dinamakan *al-hin*, makhluk paling rajin beribadah, berilmu, dan paling dihormati sebelum akhirnya terusir karena kesombongannya.
Dalil utama pandangan ini bertumpu pada firman Allah dalam QS Al-Baqarah: 34:
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰٓئِكَةِ اسْجُدُوْا لِآدَمَ فَسَجَدُوْٓا إِلَّآ إِبْلِيْسَۗ أَبٰى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِيْنَ
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir.
Baca juga: Adam Gemar Minum Arak di Surga: Detik-Detik Iblis Menyesatkannya
Redaksi ayat ini tampak memberi isyarat bahwa iblis termasuk dalam kelompok malaikat, sebab ia disebut setelah illā (pengecualian) dari malaikat. “Andai iblis bukan bagian dari malaikat,” kata Ibnu Abbas, “tentu dia tidak diperintahkan untuk sujud bersama mereka.”