Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 24 Mei 2026
home masjid detail berita

Adam Gemar Minum Arak di Surga: Detik-Detik Iblis Menyesatkannya

miftah yusufpati Selasa, 22 April 2025 - 04:30 WIB
Adam Gemar Minum Arak di Surga: Detik-Detik Iblis Menyesatkannya
Adam dan Hawa diperdaya iblis. Ilustrasi: Ist
LANGT7.ID-Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas mengisahkan bahwa Adam suka meminum arak tatkala tinggal di surga. Apabila dia meminumnya, maka dia mendapat kebahagiaan yang bertambah.

"Barang siapa meminum arak dunia, maka dia tidak akan bisa meminum arak dari surga," ujarnya dalam buku yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman

Abu Nuwwas mengatakan: Arak (merah) takkan bisa mengurangi kesedihan di sekitarnya. Ketika orang yang meminumnya terkena marabahaya, yang terasa olehnya adalah kebahagiaan.

Dia mengatakan, orang yang menanam gandum senantiasa tertimpa kepayahan dan kelelahan, baik dalam menanam maupun menuainya, hingga membuatnya menjadi tepung karena buah tersebut pertama kali dimakan secara durhaka.

Diriwayatkan bahwa makanan yang pertama kali dimakan oleh orang-orang mukmin di surga adalah anggur.

Hanya saja, An-Naisaburi mengatakan, “Yang pertama kali dimakan oleh mereka adalah hati ikan yang memikul bumi sehingga penduduk surga tahu bahwa dunia telah musnah.”

Baca juga: Apa yang Diajarkan Allah Taala kepada Nabi Adam sehingga Ia Lebih Unggul dari Malaikat?

Adam Menjauhi Pohon Gandum

Dia mengatakan, di surga, Adam suka berkeliling-keliling. Ketika sampai ke tempat pohon hinthah (gandum), dia menjauhinya karena perjanjian yang telah dibuatnya dengan Allah untuk tidak memakan buah pohon itu.

Pohon gandum ini merupakan pohon terbesar yang ada di surga. Tangkainya penuh dengan biji-bijian. Setiap bijinya seukuran kepala unta dan rasanya lebih manis daripada manisnya madu. Warnanya lebih putih dari susu.

Ketika Iblis mengetahui Adam dan Hawa masuk ke dalam surga dan dia tahu bahwa Adam dilarang memakan buah dari pohon gandum, dia datang mendekati pintu surga. Berdiri di sana sekitar 300 tahun dengan perhitungan waktu akhirat.

Iblis menunggu yang datang ke arah pintu surga. Setelah beberapa lama, datanglah seekor burung berbulu indah bernama Thawus (burung merak). Burung itu merupakan raja burung yang ada di surga.

Setelah melihatnya, si Iblis mendekatinya seraya berkata, “Wahai burung yang diberkahi, dari mana engkau datang?”

Burung itu menjawab, “Dari kebunnya Adam.”

“Aku mempunyai nasihat untukmu dan aku ingin engkau membawaku masuk ke sana bersamamu,” ujar Iblis membujuk.

“Mengapa engkau tidak masuk saja sendiri?” tanya Thawus.

“Aku ingin masuk secara sembunyi-sembunyi,” jawab Iblis.

Baca juga: Di Manakah Surga yang Ditinggali Nabi Adam sebelum Turun ke Bumi?

“Tidak ada cara untuk itu, tetapi aku bisa membawamu kepada yang bisa memasukkanmu secara sembunyi-sembunyi,” ujar Thawus menjanjikan. Maka, berangkatlah Thawus menuju seekor ular yang di surga tidak ada yang lebih indah bentuknya daripadanya. Kepalanya berasal dari yakut merah. Kedua matanya berasal dari zabarjud hijau. Lidahnya berasal dari kafur, dan posturnya seperti postur unta.

Thawus berkata kepadanya, “Di pintu surga ada seorang malaikat yang dimuliakan yang mempunyai nasihat untukmu.”

Dengan cepat si ular datang kepadanya. Maka, si Iblis berkata, “Bisakah engkau memasukkanku ke dalam surga secara sembunyi-sembunyi, aku punya nasihat untukmu.”

“Bagaimana cara mengakali malaikat Ridwan?” ular bertanya.

“Bukakan mulutmu,” pinta iblis. Si ular membuka mulutnya lalu Iblis masuk ke dalamnya dan berkata kepadanya, “Letakkan aku di dekat pohon gandum.”

Kemudian si ular meletakkan Iblis di dekat pohon tersebut. Setelah keluar dari mulut ular, Iblis mengeluarkan seruling dan membunyikannya. Adam dan Hawa mendengar suara seruling itu. Mereka pun mendatangi asal suara itu.

Ketika keduanya telah sampai ke tempat pohon gandum, si Iblis berkata, “Wahai Adam, mendekatlah ke pohon ini.”

“Aku dilarang mendekatinya,” jawab Adam menolak.

Baca juga: Wasiat Nabi Adam kepada Syits Jelang Wafat dalam Usia 1000 Tahun

Iblis kemudian berkata, “Tuhanmu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga).” (QS Al-A’raaf:20). Sebab, orang yang telah memakan buah dari pohon ini tidak akan menua dan tidak akan pikun.”

Lalu si Iblis bersumpah atas nama Allah bahwa pohon itu tidak akan membahayakan mereka berdua dan dia adalah orang yang memberikan nasihat kepada mereka berdua.

Adam menyangka tidak akan ada satu pun yang berani bersumpah bohong atas nama Allah dan dia menyangka bahwa si Iblis termasuk yang memberikan nasihat.

Semakna dengan ini ada sebuah syair berikut: Sesungguhnya orang yang meminta nasihat kepada para musuh, tentunya dia bakal diberi jawaban tipuan dan kerusakan.

Karena Hawa sangat ingin kekal berada di dalam surga, dia mendekati pohon tersebut dan memakan buahnya. Ketika Adam melihat Hawa telah memakannya dan ternyata selamat tidak terjadi apa-apa, Adam pun maju dan memakan buah itu setelah Hawa. Ketika buah itu sampai ke perutnya, maka hilanglah mahkota dari kepalanya dan lenyap juga perhiasan-perhiasannya.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 24 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)