home masjid

Menghadirkan Jin: Dari Ruang Gelap hingga Najis Mantra

Selasa, 15 Juli 2025 - 16:30 WIB
Jin tidak pernah bekerja gratis. Dan dalam setiap kerja sama dengan mereka, harga yang dibayar jauh lebih besar dari yang terlihat. Ilustrasi: occult worlcom
LANGIT7.ID-Suasana di ruang itu lengang dan pekat. Hanya nyala api kecil yang menari di atas dupa berbau anyir. Asapnya memenuhi ruangan, menempel di kulit, menusuk indera. Di tengah kepulan asap, suara mantra samar terdengar, lalu bayangan hitam muncul. Seekor ular besar. Atau anjing hitam. Kadang hanya suara kasar yang menggema dari sudut ruangan.

Itulah salah satu cara para penyihir menghadirkan jin, sebagaimana diceritakan dalam kitab Ash-Shaarimul Battaar Fit Tashaddi Lis Saharatil Asyraar karya Wahid bin Abdissalam Baali. Ritual itu disebut iqsam, cara yang penuh kesyirikan. Penyihir bersumpah dengan nama jin-jin besar, menyebut para pemuka mereka, lalu memerintah mereka. Ruangan harus gelap. Tubuh penyihir harus dalam keadaan najis. Setelah serangkaian ucapan yang ia hafal, jin datang. Kadang jin berbicara, kadang hanya meninggalkan isyarat, kadang masuk ke tubuh seseorang yang jadi target.

Dalam buku Ensiklopedia Ruqyah karya Iding Sanus, jin semacam itu punya tugas khusus: membuat pasangan suami istri bertengkar hingga bercerai, membuat bisnis seseorang bangkrut, bahkan sampai merenggut nyawa. Kontrak antara manusia dan jin berlangsung di balik layar, dibayar dengan pengorbanan yang sering tak terbayangkan: darah, najis, kehormatan, bahkan keimanan.

Cara kedua disebut adz-dzabh: menyembelih ayam atau merpati berwarna hitam tanpa menyebut nama Allah. Darahnya kadang dioleskan ke target, kadang dibuang di tempat angker. Wahid menyebut cara ini sebagai “kesyirikan mutlak.” Dalam hadis riwayat Shahih Muslim, Nabi Muhammad pernah mengecam keras orang yang menyembelih untuk selain Allah: “Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah.”

Baca juga: Iblis: Malaikat yang Membangkang atau Jin yang Durhaka?

Cara lain yang lebih ekstrem adalah sulfiyah. Mushaf diinjak-injak. Dibawa masuk ke dalam toilet. Mantra dibaca sambil mencemari ayat-ayat suci. Setelah itu jin akan datang dengan tunduk, menjalankan perintah si penyihir. Tak jarang mereka yang memilih jalan ini diminta melakukan dosa-dosa besar seperti zina, homoseksual, atau mencela agama.

Cara najasah juga tak kalah mencengangkan. Ayat-ayat Al-Quran ditulis dengan darah haid atau kotoran. Cara tankis menuliskan ayat terbalik. Cara tanjim menyembah bintang. Cara al-kaff menghadirkan seorang anak kecil yang tangannya ditulis garis persegi, kemudian melihat gambaran di telapak tangannya. Dan cara al-atsar, menggunakan benda-benda bekas target untuk menentukan apakah ia terkena sihir, hasad, atau penyakit biasa.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya