Kisah Humor Sufi Nasrudin Hoja: Jika Ini Kucing Dua Kilo, Lalu Mana Ikan Dua Kilo?
Miftah yusufpati
Selasa, 22 Juli 2025 - 04:15 WIB
Kisah ini mengajarkan kejujuran, kecerdikan, dan cara bijak untuk menghadapi masalah tanpa kehilangan senyum. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Suatu hari, ketika rezekinya sedang berlimpah, Nasrudin Hoja memborong ikan segar di pasar. Dua kilo ikan besar-besar ia gendong dengan riang, sambil bergumam, "Ah, sudah lama tidak makan ikan enak. Malam ini pesta sendiri!"
Sampai di rumah, ia serahkan ikannya pada istrinya sambil berpesan, "Tolong dimasak yang paling lezat ya, supaya kita berdua bisa menikmatinya malam nanti."
Namun, ketika ia pulang malam itu, mendadak suasana hatinya runtuh. Di meja hanya ada sepiring kecil duri ikan, tak lebih. Istrinya sedang duduk manis, tersenyum agak canggung.
"Mana ikan-ikan yang kubeli tadi?" tanya Nasrudin, bingung.
"Oh, itu sudah habis dimakan kucingmu yang rakus itu!" jawab istrinya sambil menunjuk kucing yang sedang tidur pulas di sudut rumah.
Nasrudin tidak berkata apa-apa. Ia hanya makan sisa-sisa sup ikan seadanya, lalu diam sebentar. Setelah itu, ia mengambil kucingnya, digendong, dan berjalan ke kedai penjual beras di ujung jalan. Di sana ada timbangan.
Baca juga: Kisah Humor Sufi Nasrudin Hoja: Bahasa Burung
Sampai di rumah, ia serahkan ikannya pada istrinya sambil berpesan, "Tolong dimasak yang paling lezat ya, supaya kita berdua bisa menikmatinya malam nanti."
Namun, ketika ia pulang malam itu, mendadak suasana hatinya runtuh. Di meja hanya ada sepiring kecil duri ikan, tak lebih. Istrinya sedang duduk manis, tersenyum agak canggung.
"Mana ikan-ikan yang kubeli tadi?" tanya Nasrudin, bingung.
"Oh, itu sudah habis dimakan kucingmu yang rakus itu!" jawab istrinya sambil menunjuk kucing yang sedang tidur pulas di sudut rumah.
Nasrudin tidak berkata apa-apa. Ia hanya makan sisa-sisa sup ikan seadanya, lalu diam sebentar. Setelah itu, ia mengambil kucingnya, digendong, dan berjalan ke kedai penjual beras di ujung jalan. Di sana ada timbangan.
Baca juga: Kisah Humor Sufi Nasrudin Hoja: Bahasa Burung