home masjid

Abu Nawas Menolak Jabatan, Naik Pisang Jadi Kuda

Ahad, 27 Juli 2025 - 04:15 WIB
Tindakan Abu Nawas tampak konyol dan tak masuk akal. Tapi di balik itu, tersembunyi pesan moral yang tajam dan mendalam. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Di Baghdad yang panasnya bisa bikin anggur jadi kismis dalam sehari, Abu Nawas sedang bersedih. Bapaknya—seorang kadi (hakim agama)—baru saja wafat. Tapi belum habis tangisnya, utusan kerajaan sudah mengetuk pintu.

“Abu Nawas, Baginda Sultan memanggilmu ke istana,” kata si wazir dengan nada resmi, padahal mulutnya masih bau semur daging.

"Memanggilku? Aku tak punya utang di istana, kenapa aku dipanggil?” jawab Abu Nawas santai sambil memeluk... batang pisang.

Ya, batang pisang. Itulah "kuda" yang ia tunggangi ke mana-mana sejak ayahnya wafat. Ia bahkan lari-lari keliling kota sambil menjerit, “Hiaaa! Hiaaa!” seperti pahlawan perang naik kuda perang, padahal yang ia pacu hanya seonggok batang pisang busuk. Warga pun heboh: “Abu Nawas gila! Trauma karena ditinggal bapaknya!”

Tapi Sultan Harun Al Rasyid tidak gampang terkecoh. “Dia itu bukan gila, dia sedang akting. Ayo, bawa ke sini, mau pakai paksa juga!” titah Baginda sambil membanting buah delima.

Baca juga: Melacak Fakta Sejarah Tentang Sosok Kontroversial Abu Nawas

Di istana, Abu Nawas tetap dalam mode ngaco total. Ketika Sultan bertanya serius, ia malah menjawab, “Baginda... terasi itu asalnya dari udang!”
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya