Mencari Akhlak di Antara Tuhan dan Tumbuhan Menurut Quraish Shihab
Miftah yusufpati
Rabu, 30 Juli 2025 - 04:15 WIB
Prof Quraish Shihab. Foto/Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Etika adalah tentang kelakuan. Akhlak, lebih dalam dari itu. Ia menyentuh ruang terdalam dari iman, pikiran, dan hati nurani, dari relasi manusia dengan Tuhan hingga dengan batu yang tak bersuara.
Pada suatu malam di Makassar, Quraish Shihab kecil pernah ditegur oleh ayahnya karena menendang batu. “Mengapa kamu menyakiti sesuatu yang tidak bisa membalas?” katanya.
Bagi sebagian orang, itu mungkin berlebihan. Tapi bagi sang ayah, ulama besar yang disiplin dalam mendidik akhlak, itu adalah pelajaran awal tentang hubungan manusia dengan makhluk selain manusia.
Bertahun-tahun kemudian, dalam bukunya "Wawasan Al-Qur’an", Quraish Shihab menulis satu bab panjang tentang akhlak. Di sana ia membedakan secara tajam antara etika dan akhlak dalam perspektif Islam.
Etika, kata Shihab, kerap dibatasi pada sopan santun antar sesama manusia. Akhlak dalam Islam jauh lebih luas. Ia tidak hanya mengatur yang tampak, tapi juga yang tersembunyi: niat, keyakinan, bahkan relasi metafisis manusia dengan Tuhan dan semesta.
"Akhlak bukanlah soal baik dan buruk menurut masyarakat, tapi kebaikan dan keburukan menurut Allah," tulis Quraish Shihab. Dari sini, batas antara moralitas sosial dan kesalehan spiritual menjadi kabur. Dalam Islam, menyakiti binatang tanpa sebab sama jahatnya dengan menolak menyapa tetangga. Mematahkan ranting sembarangan bisa setara dengan meremehkan doa.
Baca juga: Apa yang Harus Disyukuri? Berikut Ini Penjelasan Quraish Shihab
Pada suatu malam di Makassar, Quraish Shihab kecil pernah ditegur oleh ayahnya karena menendang batu. “Mengapa kamu menyakiti sesuatu yang tidak bisa membalas?” katanya.
Bagi sebagian orang, itu mungkin berlebihan. Tapi bagi sang ayah, ulama besar yang disiplin dalam mendidik akhlak, itu adalah pelajaran awal tentang hubungan manusia dengan makhluk selain manusia.
Bertahun-tahun kemudian, dalam bukunya "Wawasan Al-Qur’an", Quraish Shihab menulis satu bab panjang tentang akhlak. Di sana ia membedakan secara tajam antara etika dan akhlak dalam perspektif Islam.
Etika, kata Shihab, kerap dibatasi pada sopan santun antar sesama manusia. Akhlak dalam Islam jauh lebih luas. Ia tidak hanya mengatur yang tampak, tapi juga yang tersembunyi: niat, keyakinan, bahkan relasi metafisis manusia dengan Tuhan dan semesta.
"Akhlak bukanlah soal baik dan buruk menurut masyarakat, tapi kebaikan dan keburukan menurut Allah," tulis Quraish Shihab. Dari sini, batas antara moralitas sosial dan kesalehan spiritual menjadi kabur. Dalam Islam, menyakiti binatang tanpa sebab sama jahatnya dengan menolak menyapa tetangga. Mematahkan ranting sembarangan bisa setara dengan meremehkan doa.
Baca juga: Apa yang Harus Disyukuri? Berikut Ini Penjelasan Quraish Shihab