home masjid

Kisah Abu Nawas dan Misteri Telur Ayam

Rabu, 30 Juli 2025 - 17:00 WIB
Pemimpin yang baik bukan yang selalu benar, tapi yang mau belajar dan tertawa dari kebijaksanaan orang lain. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Pada suatu pagi yang cerah, Baginda Raja sedang menikmati segelas susu kambing dan sepiring kurma di balkon istana ketika pandangannya tertumbuk pada seekor ayam betina yang bertelur di halaman. Entah kenapa, melihat telur segar itu membuat Baginda tersenyum-senyum sendiri. Mungkin karena lapar, mungkin karena sedang ingin membuat keributan yang “ilmiah.”

“Panggil para pengawal! Umumkan sayembara ke seluruh negeri!” titah Baginda. "Pertanyaannya sederhana: mana yang lebih dulu, telur atau ayam? Tapi ingat, jawabannya harus logis dan bisa menahan sanggahan dariku. Hadiahnya satu pundi penuh emas. Kalau gagal? Penjara menanti."

Pengumuman itu langsung menyebar secepat gosip di pasar. Warga yang awalnya semangat, mulai mundur teratur setelah membaca syaratnya: "Jawaban harus logis dan mampu menghadapi sanggahan Baginda." Terdengar berat. Apalagi Baginda terkenal pintar bersilat lidah.

Akhirnya hanya empat orang yang berani ikut sayembara itu. Tiga rakyat biasa, dan satu orang yang sudah ditunggu-tunggu kehadirannya, si pujangga nyentrik, Abu Nawas.

Peserta pertama maju dengan lutut bergemetar. "Yang pertama adalah telur," katanya yakin.

"Kalau begitu siapa yang mengerami telur itu?" sanggah Baginda sambil menahan tawa.

Baca juga: Menunggangi Hujan Bersama Abu Nawas: Ketika Akal Lebih Tajam dari Kecepatan Kuda Raja
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya