home masjid

Abu Nawas dan Monyet Ajaib: Ketika Kecerdikan Mengalahkan Latihan

Kamis, 31 Juli 2025 - 04:15 WIB
Kisah ini ringan, menggelitik, tapi mengandung makna dalam. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID- Di suatu sore yang hangat di kota Baghdad, ketika para pedagang sedang menutup kios dan azan Magrib hampir berkumandang, Abu Nawas berjalan santai menyusuri pasar. Langkahnya ringan, pikirannya bebas. Tak ada agenda. Hanya keinginan mengisi sore dengan udara, suara, dan mungkin, sedikit kelucuan.

Namun langkahnya terhenti ketika melihat kerumunan manusia yang melingkar rapat di tengah jalan. Ada suara riuh, tawa sesekali, dan sesekali seruan kagum. Seorang kawan lama yang kebetulan berjumpa menjelaskan bahwa di tengah kerumunan itu ada pertunjukan keliling. Uniknya, yang menjadi bintang bukan penyanyi, bukan penyair, apalagi pesulap—melainkan seekor monyet ajaib.

“Monyet ajaib?” Abu Nawas mengangkat alis.

“Ya,” sahut kawannya, “Monyet itu bisa mengerti bahasa manusia. Lebih dari itu, dia hanya mau tunduk pada tuannya. Tidak pada siapa pun.”

Abu Nawas mengelus jenggot. Ada rasa penasaran yang muncul, juga dorongan usil yang tak tertahankan. Ia menyelinap masuk ke tengah kerumunan, menanti gilirannya untuk melihat, atau mungkin mengalahkan, monyet yang disebut-sebut lebih pintar dari beberapa menteri kerajaan.

Baca juga: Kisah Abu Nawas dan Misteri Telur Ayam

Sang pemilik monyet, lelaki tambun dengan sorban kusut, berdiri penuh percaya diri. “Siapa pun yang bisa membuat monyet ini mengangguk, akan saya beri hadiah uang satu pundi!” serunya. Para penonton bersorak. Satu per satu mencoba berbagai cara: dari membujuk manis, mengancam, bahkan berdialog panjang. Tapi sang monyet hanya menggeleng keras kepala. Tak satu pun berhasil.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya