Hadirkan Water Station, ITS dan BSI Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan
Tim langit 7
Rabu, 06 Agustus 2025 - 18:23 WIB
Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) ITS Fadlilatul Taufany ST PhD (kiri) mencoba Water Station bersama Pihak BSI
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menunjukkan kiprahnya melalui peluncuran Water Station di Lapangan Marinir Bogowonto Surabaya. Dalam kegiatan ini, ITS berkolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan didukung oleh TNI Angkatan Laut (AL).
Inovasi ini lahir dari kolaborasi lintas sektor yang mengedepankan teknologi tepat guna, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat gotong royong. ITS berperan aktif dalam proses pengembangan teknologi dan desain dan menggandeng BSI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung pendanaan serta pelaksanaan kegiatan. Sementara itu, Marinir TNI AL ikut serta dengan menyediakan lokasi strategis sebagai tempat implementasi inovasi tersebut.
Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) ITS Fadlilatul Taufany ST PhD berujar, Water Station ini tak sekadar fasilitas penyedia air minum, tetapi juga sebagai upaya dalam mewujudkan masa depan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan inklusif.
“Kami yakin bahwa teknologi seharusnya hadir di tengah kehidupan masyarakat, menjawab persoalan nyata, serta menjadi jembatan untuk mengurangi kesenjangan sosial,” ujar lelaki yang akrab disapa Taufany tersebut.
Baca juga:AHY Dorong Mahasiswa Baru ITS Wujudkan Indonesia Emas 2045
Pembuatan Water Station yang melibatkan mahasiswa ini memanfaatkan proses filtrasi yang efisien dan ramah lingkungan untuk mengolah air keran menjadi air siap minum yang aman dan berkualitas tinggi. Water Station ini dinilai dapat menekan penggunaan botol plastik hingga 4.000 buah dan mengurangi emisi karbon sekitar 0,33 ton CO₂.
Taufany mengatakan, kehadiran Water Station sangatlah penting mengingat air keran di Surabaya masih mengandung partikel dan kontaminan yang harus disaring sebelum diminum.
Inovasi ini lahir dari kolaborasi lintas sektor yang mengedepankan teknologi tepat guna, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat gotong royong. ITS berperan aktif dalam proses pengembangan teknologi dan desain dan menggandeng BSI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung pendanaan serta pelaksanaan kegiatan. Sementara itu, Marinir TNI AL ikut serta dengan menyediakan lokasi strategis sebagai tempat implementasi inovasi tersebut.
Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) ITS Fadlilatul Taufany ST PhD berujar, Water Station ini tak sekadar fasilitas penyedia air minum, tetapi juga sebagai upaya dalam mewujudkan masa depan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan inklusif.
“Kami yakin bahwa teknologi seharusnya hadir di tengah kehidupan masyarakat, menjawab persoalan nyata, serta menjadi jembatan untuk mengurangi kesenjangan sosial,” ujar lelaki yang akrab disapa Taufany tersebut.
Baca juga:AHY Dorong Mahasiswa Baru ITS Wujudkan Indonesia Emas 2045
Pembuatan Water Station yang melibatkan mahasiswa ini memanfaatkan proses filtrasi yang efisien dan ramah lingkungan untuk mengolah air keran menjadi air siap minum yang aman dan berkualitas tinggi. Water Station ini dinilai dapat menekan penggunaan botol plastik hingga 4.000 buah dan mengurangi emisi karbon sekitar 0,33 ton CO₂.
Taufany mengatakan, kehadiran Water Station sangatlah penting mengingat air keran di Surabaya masih mengandung partikel dan kontaminan yang harus disaring sebelum diminum.