Israel Akan Bangun Permukiman untuk Mengubur Ide Negara Palestina, PBB dan Uni Eropa pun Menentang
Lusi mahgriefie
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 12:05 WIB
sumber: bbc.com
Israel merencanakan pembangunan lebih dari 3.000 rumah di proyek permukiman kontroversial di Tepi Barat yang mereka diduduki. Langkah ini disebut-sebut akan "mengubur" gagasan terhadap adanya negara Palestina.
Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan sayap kanan Israel, Bezalel Smotrich, mengutip bbc.com, Jumat (15/8/2025).
Proyek yang disebut E1 antara Yerusalem dan permukiman Maale Adumim itu telah dibekukan selama beberapa dekade di tengah pertentangan sengit internasional. Pembangunan di sana secara efektif akan memisahkan Tepi Barat dari Yerusalem Timur yang diduduki.
Smotrich mengatakan hal itu akan menggagalkan gagasan negara Palestina, "karena tidak ada yang perlu diakui dan tidak ada yang perlu diakui".
Di sisi lain, permukiman itu dianggap ilegal menurut hukum internasional dan merupakan salah satu isu paling kontroversial antara Israel dan Palestina.
Baca juga:Kanada Ikuti Langkah Prancis dan Inggris, dengan Mengakui Negara Palestina
Sekira 700.000 pemukim tinggal di sekitar 160 permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, menurut kelompok anti-permukiman Israel, Peace Now. Tanah inilah yang diperjuangkan warga Palestina untuk negara merdeka di masa depan.
Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan sayap kanan Israel, Bezalel Smotrich, mengutip bbc.com, Jumat (15/8/2025).
Proyek yang disebut E1 antara Yerusalem dan permukiman Maale Adumim itu telah dibekukan selama beberapa dekade di tengah pertentangan sengit internasional. Pembangunan di sana secara efektif akan memisahkan Tepi Barat dari Yerusalem Timur yang diduduki.
Smotrich mengatakan hal itu akan menggagalkan gagasan negara Palestina, "karena tidak ada yang perlu diakui dan tidak ada yang perlu diakui".
Di sisi lain, permukiman itu dianggap ilegal menurut hukum internasional dan merupakan salah satu isu paling kontroversial antara Israel dan Palestina.
Baca juga:Kanada Ikuti Langkah Prancis dan Inggris, dengan Mengakui Negara Palestina
Sekira 700.000 pemukim tinggal di sekitar 160 permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, menurut kelompok anti-permukiman Israel, Peace Now. Tanah inilah yang diperjuangkan warga Palestina untuk negara merdeka di masa depan.