home edukasi & pesantren

Singapura Bakal Punya Kampus Islam Baru, Lokasinya di Rochor Dekat SUSS

Senin, 18 Agustus 2025 - 15:00 WIB
Perdana Menteri Lawrence Wong menyampaikan pidato National Day Rally di markas Institut Pendidikan Teknis (ITE) College, Ang Mo Kio, pada 17 Agustus 2025. Dok: CNA
LANGIT7.ID-Jakarta; Perguruan tinggi Islam baru di Singapura, Singapore College of Islamic Studies (SCIS), akan dibangun di sebelah kampus baru Singapore University of Social Sciences (SUSS) di kawasan Rochor. Hal ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Lawrence Wong dalam Pidato Hari Nasional berbahasa Melayu, Minggu (17/8), di ITE College Central, Ang Mo Kio.

Nantinya, mahasiswa SCIS bisa mengambil mata kuliah di SUSS sebagai bagian dari studi mereka. Selain itu, kedua kampus akan berbagi fasilitas sehingga mahasiswa dari dua institusi ini bisa lebih sering berinteraksi. Menurut Wong, cara ini akan membuat pengalaman kehidupan kampus lebih kaya dan bermanfaat.

Wong menjelaskan, SCIS akan memiliki bangunan sendiri di lokasi bekas Rochor Centre, bersebelahan dengan area yang dipersiapkan untuk kampus baru SUSS yang ditargetkan rampung pertengahan 2030-an. “SCIS dan SUSS akan menempati gedung masing-masing yang mencerminkan identitas dan tujuan mereka,” kata Wong. Namun, ia tidak menyebutkan kapan tepatnya kampus baru itu akan selesai dibangun.

Tentang SCIS

Dalam pidatonya tahun lalu, Wong sudah menyebut bahwa SCIS akan membuka program sarjana penuh waktu dengan dua pilihan jurusan: Studi Islam dan Ilmu Sosial.

Mufti Singapura, Nazirudin Mohd Nasir, menambahkan pada November lalu bahwa SCIS akan mulai menerima mahasiswa angkatan pertama sebanyak 60 orang pada tahun 2028. Sambil menunggu kampus di Rochor selesai, SCIS akan sementara beroperasi di gedung di 51 Bencoolen Street.

Berdasarkan keterangan Dewan Agama Islam Singapura (MUIS), SCIS juga akan bekerja sama dengan beberapa lembaga internasional untuk mengembangkan program sarjana empat tahun penuh waktu. Di antaranya adalah Dar al-Ifta (Mesir), Universitas Yordania, dan Universitas Al-Qarawiyyin di Maroko.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya