home edukasi & pesantren

Dua Raksasa yang Menggerakkan Pena: NU dan Muhammadiyah dalam Cita-Cita Mencerdaskan Bangsa

Jum'at, 22 Agustus 2025 - 04:15 WIB
NU dan Muhammadiyah bukan sekadar ormas Islam. Mereka adalah arsitek pendidikan bangsa. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Dari langgar kecil di Yogyakarta hingga pesantren megah di Jombang, dua organisasi Islam terbesar di Indonesia ini menorehkan sejarah panjang dalam mencerdaskan bangsa. Bukan sekadar pendidikan agama, tapi juga mencetak intelektual, teknokrat, dan pemimpin bangsa.

Ketika para pendiri bangsa merumuskan UUD 1945 dan mencantumkan frasa “mencerdaskan kehidupan bangsa”, dua organisasi ini telah lebih dulu memulai langkah panjangnya. Muhammadiyah, yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 1912, sejak awal membawa misi reformis: menjadikan pendidikan sebagai senjata utama melawan kebodohan dan kolonialisme.

Sedangkan Nahdlatul Ulama (NU), lahir pada 1926 di bawah kepemimpinan KH Hasyim Asy’ari, meneguhkan pentingnya pendidikan berbasis tradisi keilmuan pesantren.

Baca juga: Haedar Nashir Tekankan Peran Strategis Muhammadiyah dan NU dalam Persatuan Bangsa

Jalan Panjang Pendidikan Muhammadiyah

Muhammadiyah menancapkan tonggak modernisasi pendidikan Islam dengan mendirikan sekolah-sekolah yang menggabungkan ilmu agama dan umum. Dalam catatan Deliar Noer dalam Gerakan Modern Islam di Indonesia (1980), model pendidikan Muhammadiyah mematahkan dikotomi ilmu agama dan ilmu sekuler.

Lahirnya sekolah HIS Muhammadiyah (Hollandsch-Inlandsche School) dan Kweekschool (Sekolah Guru) menandai awal pergeseran paradigma umat Islam yang kala itu tertinggal dalam pendidikan modern.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya