home masjid

Kapan Islam Mengenal Nasionalisme? Dari Napoleon ke Al-Qur’an

Kamis, 28 Agustus 2025 - 16:29 WIB
Kebangsaan adalah konsep yang lahir dari rahim sejarah modern Eropa, bukan dari teks Al-Quran. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID- Apa Itu Kebangsaan? Kata kebangsaan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti "perihal bangsa; segala sesuatu yang bertalian dengan bangsa; ciri atau sifat yang menandai bangsa".

Sedangkan kata bangsa sendiri diartikan sebagai "kelompok manusia yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri". Dari sini, kebangsaan dapat dipahami sebagai ikatan yang menyatukan individu-individu dalam satu entitas sosial-politik berdasarkan kesamaan tertentu.

Namun, para pakar masih berdebat tentang apa yang sebenarnya menjadi dasar pembentuk bangsa. Hans Kohn, dalam bukunya Nationalism: Its Meaning and History (1955), menyebut bangsa sebagai "produk kesadaran kolektif yang muncul dalam kerangka negara modern". Menurutnya, bangsa bukanlah fenomena alamiah, melainkan hasil konstruksi historis dan politis.

Ernest Renan, dalam pidato terkenalnya Qu’est-ce qu’une nation?(1882), mendefinisikan bangsa sebagai "plebisit harian", sebuah kehendak hidup bersama yang terus diperbarui oleh masyarakat.

Di Indonesia, Sukarno dalam Di Bawah Bendera Revolusi menekankan bahwa kebangsaan bukan hanya kesamaan ras atau darah, melainkan "kesatuan nasib dan cita-cita". Jadi, kebangsaan adalah ide yang menuntut partisipasi aktif, bukan sekadar garis keturunan.

Baca juga: Sosok KH Syaikhona Kholil Bangkalan: Guru Besar Ulama dan Pelopor Nasionalisme Santri

Produk Modern, Bukan Kitab Suci
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya