home masjid

Tak Semua Tradisi sesuai Syariat, Pedoman Tetap Al Quran dan Sunnah

Rabu, 06 Oktober 2021 - 19:25 WIB
Tak semua tradisi sesuai syariat Islam, jangan mengada-ada ibadah. (Foto: iStock).
Tidak semua tradisi sesuai syariat Islam. Ummat diminta tetap berpedoman pada Al Quran dan hadist Rasullullah shallallahu alaihi wasallam saat melakukan suatu amalan dan ibadah.

Dalam menetapkan hukum suatu masalah tertentu yang tidak ditemukan nash-nya dalam al-Qur'an dan as-Sunnah, para ulama berijtihad dengan menggunakan sumber-sumber hukum lain, yaitu ijma, qiyas, maslahah mursalah, istihsan, istishab, syar'u man qablana, saddu al-za'riah, qaul sahabiy, dan urf.

Urf menurut bahasa mengandung dua makna. Pertama, mengetahui sesuatu sesuai hakikatnya. Atau yang lebih populer disebut ma'rifah. Menurut jumhur pakar bahasa, urf dalam pengertian ini lebih khsusu daripada ilm (ilmu).

Kedua, mengikuti sesuatu secara berturut-turut atau terus menerus. Sebagaimana dabu' (kuda yang lari kencang) disebut arfa karena rambutnya panjang dan terus menerus menutupi lehernya."

Adapun menurut istilah, urf memiliki banyak definisi di kalangan ulama usul fikih, antara lain versi Abdul Wahab Khalaf:

"Urf ialah sesuatu yang telah dikenal oleh masyarakat dan dijalankan terus menerus, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun meninggalkan suatu perbuatan, dan disebut juga al-a'dah."

Oleh sebagian ulama usul fikih, urf disebut adah (adat kebiasaan). Sekalipun dalam pengertian istilah hampir tidak ada perbedaan pengertian antara urf dengan adat, namun dalam pemahaman ada di antara ulama yang membedakannya dilihat dari dua aspek:
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ibadah syariat islam tradisi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya