120 Warga Iran Dideportasi dari Amerika Serikat, Buntut Kebijakan Trump Soal Imigrasi
Lusi mahgriefie
Rabu, 01 Oktober 2025 - 07:45 WIB
sumber: bbc.com
Sebanyak 120 warga negara Iran dideportasi dari Amerika Serikat (AS). Hal ini merupakan bagian dari kebijakan keras Presiden AS, Donald Trump terhadap persoalan imigrasi.
"Orang-orang ini akan kembali ke negara ini dalam satu atau dua hari ke depan," kata pejabat Kementerian Luar Negeri Iran, Hossein Noushabadi, kepada kantor berita negara Iran, Tasnim, dikutip Rabu (1/10/2025).
Ia mengatakan, sebagian besar dari mereka yang diterbangkan ke Iran melalui Qatar, telah memasuki AS secara illegal, terutama melalui Meksiko.
Disebutkan bahwa jumlah warga Iran yang memasuki AS dalam beberapa tahun terakhir telah meningkat, termasuk banyaknya warga yang takut akan penganiayaan di negara mereka sendiri.
Baca juga:Lebih dari 300 Pekerja Korsel Pulang Kampung Usai Penggerebekan Imigrasi AS
Juru bicara Gedung Putih, Abigail Jackson, mengatakan kepada BBC, "Pemerintahan Trump berkomitmen untuk memenuhi janji Presiden Trump untuk melaksanakan operasi deportasi massal terbesar terhadap imigran ilegal dalam sejarah, dengan menggunakan semua alat yang kami miliki."
Noushabadi mengatakan, beberapa dari mereka yang dideportasi memiliki izin tinggal AS yang sah, dan menambahkan bahwa para pejabat AS telah meminta persetujuan mereka untuk kepulangan mereka. (*/lsi/bbc)
"Orang-orang ini akan kembali ke negara ini dalam satu atau dua hari ke depan," kata pejabat Kementerian Luar Negeri Iran, Hossein Noushabadi, kepada kantor berita negara Iran, Tasnim, dikutip Rabu (1/10/2025).
Ia mengatakan, sebagian besar dari mereka yang diterbangkan ke Iran melalui Qatar, telah memasuki AS secara illegal, terutama melalui Meksiko.
Disebutkan bahwa jumlah warga Iran yang memasuki AS dalam beberapa tahun terakhir telah meningkat, termasuk banyaknya warga yang takut akan penganiayaan di negara mereka sendiri.
Baca juga:Lebih dari 300 Pekerja Korsel Pulang Kampung Usai Penggerebekan Imigrasi AS
Juru bicara Gedung Putih, Abigail Jackson, mengatakan kepada BBC, "Pemerintahan Trump berkomitmen untuk memenuhi janji Presiden Trump untuk melaksanakan operasi deportasi massal terbesar terhadap imigran ilegal dalam sejarah, dengan menggunakan semua alat yang kami miliki."
Noushabadi mengatakan, beberapa dari mereka yang dideportasi memiliki izin tinggal AS yang sah, dan menambahkan bahwa para pejabat AS telah meminta persetujuan mereka untuk kepulangan mereka. (*/lsi/bbc)