Mengenal Omar Yaghi, Pengungsi Palestina Peraih Nobel Kimia 2025
Esti setiyowati
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 20:51 WIB
Omar Yaghi, Pengungsi Palestina Peraih Nobel Kimia 2025. Foto: IUPAC.
Omar M. Yaghi, warga Amerika keturunan Palestina, dinobatkan sebagai pemenang Hadiah Nobel Kimia 2025 atas pengembangan kerangka logam organik (MOF).
Yaghi, profesor kimia dari University of California-Barkeley bersama dua rekannya, Susumu Kitagawa dari Universitas Kyoto dan Richard Robson dari Universitas Melbourne, mengekstrasi air dari udara gurun menggunakan kerangka moskuler.
Komite Nobel menyebut inovasi Yaghi dan rekannya seperti tas Hermione dari Harry Potter atau tas ajaib milik Mary Poppins, yang terlihat kompak namun memiliki ruang yang luar biasa luas di dalamnya.
Baca juga: Sunarso, Dirut BRI Disebut Presiden-Menkeu Calon Dapat Nobel
Omar Yaghi tumbuh besar di kamp pengungsi Yordania. Ia adalah putra pengungsi Palestina dari desa Al-Masmiyya di Gaza.
Orang tuanya hampir tidak bisa membaca atau menulis. Keluarganya tinggal di satu kamar, berbagi dengan ternak.
Air mengalir ke lingkungan tempat tinggalnya selama beberapa jam setiap 14 hari. Jika Yaghi tidak bangun subuh untuk membuka keran, keluarganya—bahkan sapi mereka—akan kekurangan air.
Yaghi, profesor kimia dari University of California-Barkeley bersama dua rekannya, Susumu Kitagawa dari Universitas Kyoto dan Richard Robson dari Universitas Melbourne, mengekstrasi air dari udara gurun menggunakan kerangka moskuler.
Komite Nobel menyebut inovasi Yaghi dan rekannya seperti tas Hermione dari Harry Potter atau tas ajaib milik Mary Poppins, yang terlihat kompak namun memiliki ruang yang luar biasa luas di dalamnya.
Baca juga: Sunarso, Dirut BRI Disebut Presiden-Menkeu Calon Dapat Nobel
Omar Yaghi tumbuh besar di kamp pengungsi Yordania. Ia adalah putra pengungsi Palestina dari desa Al-Masmiyya di Gaza.
Orang tuanya hampir tidak bisa membaca atau menulis. Keluarganya tinggal di satu kamar, berbagi dengan ternak.
Air mengalir ke lingkungan tempat tinggalnya selama beberapa jam setiap 14 hari. Jika Yaghi tidak bangun subuh untuk membuka keran, keluarganya—bahkan sapi mereka—akan kekurangan air.