home global news

Ketua BGN Sebut Pemerintah Berutang Banyak ke Muhammadiyah Terkait MBG

Rabu, 29 Oktober 2025 - 10:04 WIB
Ketua BGN, Dadan Hindayana menyebut pemerintah berhutang banyak ke Muhammadiyah, karena seluruh dapur SPPG digerakkan secara mandiri oleh Muhammadiyah.
Muhammadiyah membentuk Koordinator Nasional (Kornas) Makan Bergizi Muhammadiyah (MBM) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini merupakan langkah nyata pascapenandatanganan MoU antara Muhammadiyah dengan Badan Gizi Nasional (BGN) pada 2024.

Setelah MoU itu Muhammadiyah gerak cepat dengan membangun 105 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta 150 Dapur SPPG lainnya sedang pada tahap pembangunan. Semua itu dilakukan secara mandiri.

Muhammadiyah melalui Kornas MBG menargetkan akan membangun sebanyak 250 sampai 300 Dapur SPPG di seluruh Indonesia. Sementara saat ini Dapur SPPG di bawah Kornas MBM sudah berada di 17 Provinsi.

Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengapresiasi setinggi-tingginya atas yang dilakukan oleh Muhammadiyah itu. Bahkan dia menyebut pemerintah berhutang banyak ke Muhammadiyah, karena seluruh dapur SPPG digerakkan secara mandiri oleh Muhammadiyah.

"Kami (Pemerintah) merasa berhutang banyak ke Muhammadiyah. Seluruhnya dilakukan dengan sistematis dengan satu kesatuan," kata Dadan, dikutip Rabu /929/10/2025).

Baca juga:Program Makan Bergizi Muhammadiyah: Menyemai Gizi, Menumbuhkan Bangsa

Dadan yang hadir dalam acara launching 105 Dapur SPPG di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu, sekaligus mengunjungi Dapur SPPG model kampus hasil sinergi antara Kornas MBM dengan UMS.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya