Tata Cara Wudhu Sesuai Sunnah Nabi, Bukan Asal Basah
Ahmad zuhdi
Jum'at, 08 Oktober 2021 - 10:05 WIB
Tata cara wudhu sesuai sunnah Nabi. (Foto: iStock).
Ada tata cara wudhu sesuai sunnah Nabi yang mesti diamalkan oleh setiap Muslim. Bersuci sebelum beribadah bukan asal basah, tapi harus mengacu ajaran Rasulullah.
Wudhu adalah mencuci dan mengusap anggota badan tertentu untuk menghilangkan hadats kecil. Dalam prakteknya, wudhu terbagi menjadi dua, yaitu yang wajib dan sunnah.
Untuk wudhu yang wajib, mencuci atau mengusap anggota badan sampai batas tertentu, yaitu wajah, tangan sampai dengan sikut, kepala, kaki sampai mata kaki.
Adapun di antara dalilnya adalah firman Allah Swt dalam surat al-Maidah ayat enam yang berbunyi: "Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilụ wujụhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi, wamsaḥụ biru`ụsikum wa arjulakum ilal-ka'baīn."
Artinya, hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki,
Sementara wudhu sunnah di antaranya, mengucap basmalah, mendahulukan kanan, mencuci tangan sampai pergelangan, berkumur-kumur, menghirup air ke hidung, menyela di antara jari-jari tangan dan kaki, menyela janggut, mencuci dua kali-dua kali atau tiga kalitiga kali, menggosok gigi, dan membaca doa.
Adapun praktek wudhu yang sempurna sesuai sunnah Nabi, yaitu memperhatikan dulu anggota wudhu, barangkali ada benda-benda atau zat yang menggangu tembusnya air, seperti cat, tip-ex, getah atau benda yang lainnya, kemudian mulailah berwudhu dengan rincian sebagai berikut:
Wudhu adalah mencuci dan mengusap anggota badan tertentu untuk menghilangkan hadats kecil. Dalam prakteknya, wudhu terbagi menjadi dua, yaitu yang wajib dan sunnah.
Untuk wudhu yang wajib, mencuci atau mengusap anggota badan sampai batas tertentu, yaitu wajah, tangan sampai dengan sikut, kepala, kaki sampai mata kaki.
Adapun di antara dalilnya adalah firman Allah Swt dalam surat al-Maidah ayat enam yang berbunyi: "Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilụ wujụhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi, wamsaḥụ biru`ụsikum wa arjulakum ilal-ka'baīn."
Artinya, hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki,
Sementara wudhu sunnah di antaranya, mengucap basmalah, mendahulukan kanan, mencuci tangan sampai pergelangan, berkumur-kumur, menghirup air ke hidung, menyela di antara jari-jari tangan dan kaki, menyela janggut, mencuci dua kali-dua kali atau tiga kalitiga kali, menggosok gigi, dan membaca doa.
Adapun praktek wudhu yang sempurna sesuai sunnah Nabi, yaitu memperhatikan dulu anggota wudhu, barangkali ada benda-benda atau zat yang menggangu tembusnya air, seperti cat, tip-ex, getah atau benda yang lainnya, kemudian mulailah berwudhu dengan rincian sebagai berikut: