Tingkatkan SDM, MPR Minta Santri Lebih Melek Digital, Sains, dan Teknologi
Mahmuda attar hussein
Ahad, 10 Oktober 2021 - 09:00 WIB
Ilustrasi santri melek digital dan teknologi. Foto: Pixabay
Dunia digitalisasi, sanis dan teknologi berkembang dengan sangat cepat. Kini, semua lini kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari tiga hal tersebut. Untuk itu, pimpinan MPR meminta di era perkembangan teknologi informasi saat ini agar para santri lebih melek digital.
”Tantangan hari ini, santri harus melek digital, santri harus menguasai sains, dan santri harus menguasai teknologi,” ujar Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, seperti dilansir di laman resmi MPR, Minggu (10/10).
Pria yang biasa dipanggil Gus Jazil ini mengatakan, bonus demografi harus menjadi peluang. Bukan sebaliknya, bonus demografi malah menjadi persoalan baru bagi bangsa.
”Saya salut BEM Pesantren mengangkat tema soal bonus demografi, menjadi jelas tantangan kita kedepan salah satunya adalah tingkat pengangguran, kemiskinan jika kita tidak mampu mengelola sumber daya yang ada, utamanya sumber daya manusia (SDM),” paparnya.
Baca juga: Penjelasan Ustadz Abdul Somad Tentang Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini meminta agar SDM pesantren terus ditingkatkan, utamanya SDM di bidang-bidang sains dan teknologi.
”Kalau BEM Pesantren soal dalil mungkin cukup hafal. Dalil-dalil agama lengkap, tapi sains dan teknologi ini masih belum. Oleh sebab itu, di pesantren jangan ada dikotomi antara agama dengan pelajaran umum,” urainya.
”Tantangan hari ini, santri harus melek digital, santri harus menguasai sains, dan santri harus menguasai teknologi,” ujar Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, seperti dilansir di laman resmi MPR, Minggu (10/10).
Pria yang biasa dipanggil Gus Jazil ini mengatakan, bonus demografi harus menjadi peluang. Bukan sebaliknya, bonus demografi malah menjadi persoalan baru bagi bangsa.
”Saya salut BEM Pesantren mengangkat tema soal bonus demografi, menjadi jelas tantangan kita kedepan salah satunya adalah tingkat pengangguran, kemiskinan jika kita tidak mampu mengelola sumber daya yang ada, utamanya sumber daya manusia (SDM),” paparnya.
Baca juga: Penjelasan Ustadz Abdul Somad Tentang Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini meminta agar SDM pesantren terus ditingkatkan, utamanya SDM di bidang-bidang sains dan teknologi.
”Kalau BEM Pesantren soal dalil mungkin cukup hafal. Dalil-dalil agama lengkap, tapi sains dan teknologi ini masih belum. Oleh sebab itu, di pesantren jangan ada dikotomi antara agama dengan pelajaran umum,” urainya.