home global news

Iran 10 Hari Tanpa Internet, Publik Khawatir Terjadi Isolasi Digital Ekstrem

Senin, 19 Januari 2026 - 07:35 WIB
Sumber: Al Monitor
Iran telah memasuki hari ke-10 (hingga Minggu, 18 Januari) tanpa internet. Ini menjadi momen pemadaman internet paling ekstrem dalam sejarah, dengan 92 juta warga terputus dari semua layanan internet dan bahkan gangguan pada telepon dan pesan teks.

Pemerintah Iran memutus layanan pada 8 Januari, tampaknya untuk membungkam perbedaan pendapat dan mencegah pengawasan internasional terhadap tindakan keras pemerintah terhadap para demonstran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, internet diputus sebagai tanggapan terhadap apa yang ia gambarkan sebagai "operasi teroris" yang diarahkan dari luar.

Pemerintah belum mengatakan kapan layanan internet akan kembali, tetapi laporan baru menunjukkan bahwa, di balik layar, pihak berwenang mungkin sedang membuat rencana untuk membatasinya secara permanen.

Pada 15 Januari, situs berita IranWire melaporkan bahwa juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani mengatakan kepada wartawan bahwa akses web internasional tidak akan tersedia setidaknya hingga Tahun Baru Iran, yang jatuh pada akhir Maret.

Pengamat kebebasan internet di FilterWatch meyakini pemerintah sedang tergesa-gesa menerapkan sistem dan aturan baru untuk memutus akses Iran dari internet internasional.

"Tidak ada harapan untuk membuka kembali akses internet internasional, dan bahkan setelahnya, akses pengguna ke internet internasional tidak akan pernah kembali ke bentuk sebelumnya," kata FilterWatch, mengutip sumber pemerintah yang tidak disebutkan namanya, dilansir dari BBC, Senin (19/1/2026).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya