Panduan Lengkap Puasa Sya’ban: Landasan Fikih, Hikmah, hingga Tata Cara Niatnya
Esti setiyowati
Senin, 26 Januari 2026 - 17:34 WIB
Panduan Lengkap Puasa Syaban: Landasan Fikih, Hikmah, hingga Tata Cara Niatnya. Foto: Pexels.
Menjelang bulan suci Ramadan, setiap Muslim sangat dianjurkan untuk membekali diri, baik dari segi fisik maupun kesiapan batin.
Persiapan ini penting agar seluruh rangkaian ibadah Ramadhan dapat dijalankan dengan maksimal.
Baca juga: Perbanyaklah Tadarus Al-Qur'an dan Sedekah di Bulan Syaban
Salah satu teladan yang diajarkan Rasulullah SAW adalah memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban. Anjuran ini merujuk pada hadis sahih yang disampaikan oleh Aisyah RA, di mana beliau mengungkapkan bahwa Rasulullah SAW sering berpuasa sunnah di bulan Sya’ban.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يَصُومُ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
Artinya: “Diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah RA, ia berkata: Rasulullah pernah berpuasa sampai aku mengatakan (dalam riwayat Anas: mengira) bahwa beliau tidak berpuasa, dan beliau berbuka puasa, sampai aku mengatakan (mengira) bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa sebulan kecuali Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat Rasulullah puasa sunah sebanyak pada Sya’ban.” (HR Bukhari)
Riwayat tersebut menegaskan bahwa meski puasa satu bulan penuh hanya dikhususkan bagi Ramadan,Rasulullah SAW mengintensifkan puasa sunnah di bulan Sya’ban melebihi bulan-bulan lainnya.
Persiapan ini penting agar seluruh rangkaian ibadah Ramadhan dapat dijalankan dengan maksimal.
Baca juga: Perbanyaklah Tadarus Al-Qur'an dan Sedekah di Bulan Syaban
Salah satu teladan yang diajarkan Rasulullah SAW adalah memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban. Anjuran ini merujuk pada hadis sahih yang disampaikan oleh Aisyah RA, di mana beliau mengungkapkan bahwa Rasulullah SAW sering berpuasa sunnah di bulan Sya’ban.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يَصُومُ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
Artinya: “Diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah RA, ia berkata: Rasulullah pernah berpuasa sampai aku mengatakan (dalam riwayat Anas: mengira) bahwa beliau tidak berpuasa, dan beliau berbuka puasa, sampai aku mengatakan (mengira) bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa sebulan kecuali Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat Rasulullah puasa sunah sebanyak pada Sya’ban.” (HR Bukhari)
Riwayat tersebut menegaskan bahwa meski puasa satu bulan penuh hanya dikhususkan bagi Ramadan,Rasulullah SAW mengintensifkan puasa sunnah di bulan Sya’ban melebihi bulan-bulan lainnya.