Said Aqil Siradj dan Yahya Cholil Staquf Diprediksi Bakal Head to Head di Muktamar NU
Ahmad zuhdi
Selasa, 12 Oktober 2021 - 21:35 WIB
Ilustrasi bendera dengan Lambang NU. (Foto: Istimewa)
Jelang Muktamar NU ke-34 di Lampung pada Desember 2021 mendatang, setidaknya ada dua bakal calon ketua umum yang santer disebut terkuat dan memiliki peluang paling serta dukungan paling banyak serta diprediksi bakal head to head, yakni KH Said Aqil Siradj dan KH Yahya Cholil Staquf.
Koordinator Jaringan Muslim Madani (JMM), Syukron Jamal menilai dinamika dan kontestasi jelang Muktamar tersebut sangat wajar, pasalnya NU merupakan Ormas Islam besar di Indonesia. Selain itu, menurutnya NU merupakan ormas yang terbuka dan demokratis.
"NU adalah Ormas terbesar di Indonesia, NU juga merupakan wadah organisasi yang sangat terbuka dan demokratis. Semua pihak punya kepentingan bukan hanya warga Nahdliyyin itu sendiri," ujar Syukron dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (9/10/2021).
Baca juga: Kiai Muda Jatim Tolak Said Aqil 3 Periode, Ini Alasannya
"Sikap moderat NU sebagai representasi Islam Wasathiyah yang rahmatan lil alamin punya peran penting mengawal kehidupan bangsa dan negara yang majemuk seperti Indonesia, dalam kancah global juga demikian dimana peran NU sangat dibutuhkan dalam mewujudkan sistem dan tatanan peradaban dan perdamaian dunia," sambungnya.
Namun meski demikian, mantan aktivis PMII itu mengatakan dinamika dan konstelasi jelang Muktamar harus tetap menjaga dan mengedepankan marwah NU dan para kyai atau ulama didalamnya. Konstelasi yang kian hangat diharap Syukron lebih mengedepankan pada pertarungan ide dan gagasan, visi misi membawa NU semakin berperan baik di nasional maupun global sekaligus pada sisi lain menjawab berbagai tantangan keumatan.
"NU bagaimanapun bukan organisasi atau partai politik melainkan organisasi keumatan. Siapapun yang berkontestasi tentu adalah merupakan figur-figur yang terbaik dan mumpuni serta patut dihormati sehingga harus dihindari upaya saling menjatuhkan secara personal," katanya.
Koordinator Jaringan Muslim Madani (JMM), Syukron Jamal menilai dinamika dan kontestasi jelang Muktamar tersebut sangat wajar, pasalnya NU merupakan Ormas Islam besar di Indonesia. Selain itu, menurutnya NU merupakan ormas yang terbuka dan demokratis.
"NU adalah Ormas terbesar di Indonesia, NU juga merupakan wadah organisasi yang sangat terbuka dan demokratis. Semua pihak punya kepentingan bukan hanya warga Nahdliyyin itu sendiri," ujar Syukron dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (9/10/2021).
Baca juga: Kiai Muda Jatim Tolak Said Aqil 3 Periode, Ini Alasannya
"Sikap moderat NU sebagai representasi Islam Wasathiyah yang rahmatan lil alamin punya peran penting mengawal kehidupan bangsa dan negara yang majemuk seperti Indonesia, dalam kancah global juga demikian dimana peran NU sangat dibutuhkan dalam mewujudkan sistem dan tatanan peradaban dan perdamaian dunia," sambungnya.
Namun meski demikian, mantan aktivis PMII itu mengatakan dinamika dan konstelasi jelang Muktamar harus tetap menjaga dan mengedepankan marwah NU dan para kyai atau ulama didalamnya. Konstelasi yang kian hangat diharap Syukron lebih mengedepankan pada pertarungan ide dan gagasan, visi misi membawa NU semakin berperan baik di nasional maupun global sekaligus pada sisi lain menjawab berbagai tantangan keumatan.
"NU bagaimanapun bukan organisasi atau partai politik melainkan organisasi keumatan. Siapapun yang berkontestasi tentu adalah merupakan figur-figur yang terbaik dan mumpuni serta patut dihormati sehingga harus dihindari upaya saling menjatuhkan secara personal," katanya.