Silaturahmi Lintas Negara
21 Tahun di Swiss, Krisna Diantha Cicipi Lagi ‘Rasa’ Ramadhan yang Sempat Hilang
Esti setiyowati
Jum'at, 20 Februari 2026 - 08:03 WIB
Krisna Diantha, warga Indonesia yang telah 21 tahun menetap di Swiss. Foto: dok Krisna Diantha.
Bagi sebagian besar perantau, Ramadhan di negeri orang sering kali menjadi ajang untuk mempertebal spiritualitas atau mengobati kerinduan pada tanah air.
Namun, bagi Krisna Diantha, warga Indonesia yang telah menetap selama 21 tahun di Swiss, Ramadhan hadir dengan warna yang berbeda.
Baca juga: Hangatnya Silaturahmi di Spanyol, Kala Potluck Obati Rindu Ramadhan di Indonesia
Dua dekade lebih Krisna meninggalkan Indonesia dan membangun hidup di Swiss. Saat ini ia bekerja sebagai seorang perawat di panti asuhan orang berkebutuhan khusus.
Tinggal di negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik, aktivitas harian tetap berjalan seperti biasa meski di bulan Ramadhan.
"Tidak terasa ada Ramadhan di sini. Selebihnya biasa, seperti umumnya. Swiss mayoritas Katolik," ucap Krisna yang masih aktif menaklukkan gunung-gunung ekstrem di Swiss.
Namun, bagi Krisna Diantha, warga Indonesia yang telah menetap selama 21 tahun di Swiss, Ramadhan hadir dengan warna yang berbeda.
Baca juga: Hangatnya Silaturahmi di Spanyol, Kala Potluck Obati Rindu Ramadhan di Indonesia
Dua dekade lebih Krisna meninggalkan Indonesia dan membangun hidup di Swiss. Saat ini ia bekerja sebagai seorang perawat di panti asuhan orang berkebutuhan khusus.
Tinggal di negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik, aktivitas harian tetap berjalan seperti biasa meski di bulan Ramadhan.
"Tidak terasa ada Ramadhan di sini. Selebihnya biasa, seperti umumnya. Swiss mayoritas Katolik," ucap Krisna yang masih aktif menaklukkan gunung-gunung ekstrem di Swiss.