Soal Polemik 'Cukup Aku yang WNI', Mahfud MD Desak Pemerintah Introspeksi
Esti setiyowati
Rabu, 25 Februari 2026 - 19:22 WIB
Akui Dongkol pada Dwi Tias, Mahfud MD Desak Pemerintah Introspeksi. Foto: tangkapan layar.
Eks Menko Polhukam Mahfud MD ikut menanggapi polemik pernyataan alumni awardeeLPDP Dwi Sasetyaningtyas dengan narasi "cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan".
Mahfud MD mengaku secara personal merasa marah dan sedih karena pernyataan tersebut seolah menghina negara yang telah memberikan fasilitas pendidikan bagi yang bersangkutan.
Baca juga: Buntut Polemik 'Cukup Saya WNI', 44 Awardee LPDP Kena Sanksi
“Pertama ketika saya mendengar itu, saya ikut marah tentu saja sebagai warga negara Indonesia. Dia mencicipi nikmatnya Indonesia sesudah merdeka, bisa sekolah juga karena Indonesia, lalu melecehkan Indonesia di depan publik dengan begitu parah. Itu menyakitkan bagi kita,” kata Mahfud dalam video di kanal YouTube Mahfud MD Official, dilihat LANGIT7.ID pada Rabu, (25/2/2026).
Meski merasa dongkol pada Dwi Tias, Mahfud MD menilai aksi tersebut adalah potret keputusasaan masyarakat karena kebijakan yang tak kunjung membaik.
Baginya, kritik tersebut lahir dari fakta nyata dan kegagalan pemerintah dalam merespons aspirasi publik.
“Saya marah kepada Mbak Dwi Tias. Tapi kalau kita lihat ke belakang, kita juga harus sadar diri. Kenapa dia melakukan itu? Karena perkembangan akhir-akhir ini membuat putus asa,” ucapnya.
Mahfud MD mengaku secara personal merasa marah dan sedih karena pernyataan tersebut seolah menghina negara yang telah memberikan fasilitas pendidikan bagi yang bersangkutan.
Baca juga: Buntut Polemik 'Cukup Saya WNI', 44 Awardee LPDP Kena Sanksi
“Pertama ketika saya mendengar itu, saya ikut marah tentu saja sebagai warga negara Indonesia. Dia mencicipi nikmatnya Indonesia sesudah merdeka, bisa sekolah juga karena Indonesia, lalu melecehkan Indonesia di depan publik dengan begitu parah. Itu menyakitkan bagi kita,” kata Mahfud dalam video di kanal YouTube Mahfud MD Official, dilihat LANGIT7.ID pada Rabu, (25/2/2026).
Meski merasa dongkol pada Dwi Tias, Mahfud MD menilai aksi tersebut adalah potret keputusasaan masyarakat karena kebijakan yang tak kunjung membaik.
Baginya, kritik tersebut lahir dari fakta nyata dan kegagalan pemerintah dalam merespons aspirasi publik.
“Saya marah kepada Mbak Dwi Tias. Tapi kalau kita lihat ke belakang, kita juga harus sadar diri. Kenapa dia melakukan itu? Karena perkembangan akhir-akhir ini membuat putus asa,” ucapnya.