home masjid

Ramadhan Bercahaya

Dari Diferensiasi ke Integrasi, Memadukan Kecerdasan dan Kemanusiaan

Selasa, 03 Maret 2026 - 06:00 WIB
Dari Diferensiasi ke Integrasi: Memadukan Kecerdasan dan Kemanusiaan. Foti: tangkapan layar.
Perkembangan ilmu pengetahuan modern yang kian pesat telah membawa manusia pada kemajuan luar biasa. Namun di balik itu, muncul pula tantangan besar, yakni terpisahnya rasionalitas dari nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.

Inilah pokok gagasan yang disampaikan Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., Ketua Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada, dalam ceramah bertajuk “Dari Diferensiasi ke Integrasi Kecerdasan dan Kemanusiaan dalam Praktik Kehidupan” pada rangkaian Ramadhan Public Lecturedi Masjid Kampus UGM, Senin (2/3/2026).

Dalam paparannya, Baiquni mengajak jamaah merefleksikan sejarah panjang peradaban manusia. Umat-umat terdahulu, kata dia, mampu memadukan ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup.

Baca juga: Bhima Yudhistira: Indonesia Emas Terancam Jadi 'Indonesia Cemas' Akibat Ketimpangan Struktural

Ia mencontohkan keberadaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan sebagai bukti tingginya peradaban lebih dari seribu tahun silam.

“Peradaban itu lahir dari integrasi antara kecerdasan dan nilai kehidupan,” ujarnya.

Menurut Baiquni, ketika Islam lahir dan berkembang menjadi peradaban luhur di Timur Tengah, Eropa, Afrika Utara hingga Asia Tenggara, penyebarannya tidak semata-mata melalui ekspansi kekuasaan, melainkan melalui dakwah ilmu pengetahuan dan akulturasi budaya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya