home masjid

Ramadhan Bercahaya

Menemukan Wajah Manusia dalam Cahaya Tauhid

Rabu, 04 Maret 2026 - 06:00 WIB
Menemukan Wajah Manusia dalam Cahaya Tauhid. Foto: tangkapan layar.
Di tengah dunia yang kian bising oleh teknologi dan perdebatan kebebasan, Ketua Takmir Masjid Kampus UGM Periode 2020-2024 Dr Rizal Mustanyir mengajak kembali merenungi satu pertanyaan mendasar: apa arti menjadi manusia?

Dalam sebuah pemaparan bertajuk Humanisme Religius: Menggagas Model Pembangunan Manusia dalam Perspektif Islam di Masjid Kampus UGM pada Selasa (3/2/2026), Rizal menelusuri jejak panjang istilah humanisme.

Secara historis, kata humanisme lahir di Eropa. Berasal dari bahasa Latin humanus, ia merujuk pada sifat-sifat kemanusiaan. Dalam ilmu sosial dikenal pula istilah actus humanus—tindakan manusia yang mengandung implikasi moral.

Baca juga: Dari Diferensiasi ke Integrasi, Memadukan Kecerdasan dan Kemanusiaan

“Setiap perilaku kita, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun bernegara, mencerminkan siapa diri kita sebenarnya,” ujar Rizal di mimbar Ramadhan Public Lecture di Yogyakarta.

Karena itu, menurutnya, pembahasan tentang humanisme bukan sekadar wacana akademik, melainkan menyentuh jantung kehidupan manusia.

Rizal menjelaskan bahwa humanisme modern berakar pada antroposentrisme, pandangan yang menempatkan manusia sebagai pusat. Dari sana lahir perjuangan atas martabat manusia (human dignity), kebebasan individu, hingga rasionalitas.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya