home global news

Presiden Iran Minta Maaf dan Janji Tak Serang Negara Tetangga, Namun dengan Syarat Tertentu

Ahad, 08 Maret 2026 - 09:05 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Foto: ist
Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta maaf kepada negara-negara tetangganya, terkait meningkatnya konflik dan serangan militer melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang kini mulai meluas ke kawasan regional Timur Tengah.

Tak hanya meminta maaf, Masoud Pezeshkian juga menegaskan tidak akan melakukan serangan ke negara lain atau negara tetangganya. Namun dengan syarat utama yang ia sampaikan dalam pidato yang disiarkan TV Pemerintah, mengutip kantor berita AFP, Minggu (8/3/2026).

"Saya harus meminta maaf atas nama saya sendiri dan atas nama Iran kepada negara-negara tetangga yang diserang oleh Iran. Dewan kepemimpinan sementara kemarin sepakat bahwa tidak akan ada lagi serangan terhadap negara-negara tetangga dan tidak akan ada rudal yang ditembakkan kecuali jika serangan terhadap Iran berasal dari negara-negara tersebut," kata Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran itu.

Meski begitu Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran tidak akan menyerah. "Musuh-musuh harus menyimpan keinginan mereka agar rakyat Iran menyerah sampai ke liang kubur mereka," tegasnya.

Baca juga: Kepanikan Amerika Atas Bantuan Inteljen Rusia Kepada Iran: Bisa Deteksi Pergerakan Kekuatan AS di Timur Tengah

Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan udara terkoordinasi di seluruh Iran pada 28 Februari setelah perundingan nuklir terhenti dan klaim bahwa Iran telah melanjutkan aktivitas nuklirnya.

Serangan tersebut, yang diberi nama 'Operasi Epic Fury', menargetkan banyak kota di Iran, termasuk ibu kota Teheran, dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, istrinya, putrinya, menantunya, dan cucunya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya