BSI Sasar Mahasiswa untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah
Mahmuda attar
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 19:25 WIB
Ilustrasi BSI sasar mahasiswa untuk literasi keuangan syariah. Foto: Langit7
Dalam rangka meningkatkan literasi keuangan syariah di tanah air, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menyasar kalangan generasi milenial, khususnya mahasiswa. Hal itu dilakukan melalui program Strategic Sharia Banking Management (SSBM).
Untuk tahun ini, tercatat sebanyak 1.123 mahasiswa dari lima universitas terkemuka mengikuti program tersebut.
SSBM merupakan program kolaborasi BSI dengan Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, dan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Adapun jumlah peserta terbanyak program SSBM sepanjang 2021 adalah dari Universitas Indonesia.
Baca juga: BSI Siap Fasilitasi KUR untuk Pendirian Pertashop di Pondok Pesantren
Pengajar dalam program SSBM ini berasal dari praktisi keuangan syariah BSI. Proses literasi dilakukan dengan metode pembelajaran secara online digital learning, studi kasus, dan tugas kelompok.
Wakil Direktur Utama 2 Bank Syariah Indonesia, Abdullah Firman Wibowo, turut hadir dalam Kuliah Umum SSBM. Ia memberikan materi pengelolaan kas syariah dan bank internasional.
Firman menyebutkan, terdapat perbedaan antara perbankan syariah dan konvensional dalam urusan akad. Di mana dasar bisnis perbankan dilakukan melalui tiga kegiatan, yakni menghimpun, menyalurkan, dan memberikan jasa perbankan.
Untuk tahun ini, tercatat sebanyak 1.123 mahasiswa dari lima universitas terkemuka mengikuti program tersebut.
SSBM merupakan program kolaborasi BSI dengan Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, dan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Adapun jumlah peserta terbanyak program SSBM sepanjang 2021 adalah dari Universitas Indonesia.
Baca juga: BSI Siap Fasilitasi KUR untuk Pendirian Pertashop di Pondok Pesantren
Pengajar dalam program SSBM ini berasal dari praktisi keuangan syariah BSI. Proses literasi dilakukan dengan metode pembelajaran secara online digital learning, studi kasus, dan tugas kelompok.
Wakil Direktur Utama 2 Bank Syariah Indonesia, Abdullah Firman Wibowo, turut hadir dalam Kuliah Umum SSBM. Ia memberikan materi pengelolaan kas syariah dan bank internasional.
Firman menyebutkan, terdapat perbedaan antara perbankan syariah dan konvensional dalam urusan akad. Di mana dasar bisnis perbankan dilakukan melalui tiga kegiatan, yakni menghimpun, menyalurkan, dan memberikan jasa perbankan.