Langit7, Jakarta - Dalam rangka meningkatkan literasi keuangan syariah di tanah air, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menyasar kalangan generasi milenial, khususnya mahasiswa. Hal itu dilakukan melalui program
Strategic Sharia Banking Management (SSBM).
Untuk tahun ini, tercatat sebanyak 1.123 mahasiswa dari lima universitas terkemuka mengikuti program tersebut.
SSBM merupakan program kolaborasi BSI dengan Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, dan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Adapun jumlah peserta terbanyak program SSBM sepanjang 2021 adalah dari Universitas Indonesia.
Baca juga: BSI Siap Fasilitasi KUR untuk Pendirian Pertashop di Pondok PesantrenPengajar dalam program SSBM ini berasal dari praktisi keuangan syariah BSI. Proses literasi dilakukan dengan metode pembelajaran secara
online digital learning, studi kasus, dan tugas kelompok.
Wakil Direktur Utama 2 Bank Syariah Indonesia, Abdullah Firman Wibowo, turut hadir dalam Kuliah Umum SSBM. Ia memberikan materi pengelolaan kas syariah dan bank internasional.
Firman menyebutkan, terdapat perbedaan antara perbankan syariah dan konvensional dalam urusan akad. Di mana dasar bisnis perbankan dilakukan melalui tiga kegiatan, yakni menghimpun, menyalurkan, dan memberikan jasa perbankan.
“Yang lebih penting, sumber dana dan penghimpunan dana melalui prinsip syariah dengan akad yang disepakati antara bank dengan pemilik dana. Dari hasil penghimpunan tersebut,
treasury mengelola sumber dana yang masuk dan menggunakan dana tersebut dengan tepat,” jelas Firman dikutip dari keterangan resminya,” Jumat (15/10).
Baca juga: Program Aku Siap Ekspor, Beri Pendampingan IKM Furnitur Go GlobalTreasury sendiri, bertujuan untuk menjaga kelangsungan bisnis bank melalui kecukupan likuiditas, peningkatan yield atas dana idle, serta dukungan lainnya pada bisnis pembiayaan dan transaksi.
Bisnis Internasional pun, lanjut dia, turut mendukung kinerja melalui perluasan hubungan strategis dengan
counterpart, penetapan
credit limit, serta membangun bisnis secara
reciprocal.
"Sinergi treasury dan bank internasional diperlukan dalam pengembangan bisnis global melalui
capacity building baik SDM, teknologi, dan permodalan serta membangun reputasi perusahaan,” tambahnya.
Sebagai informasi, Program
Strategic Sharia Banking Management ini diinisiasi sejak 2020, berkolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Kegiatan ini mendapatkan antusiasme yang baik dari kalangan mahasiswa.
Hal itu terlihat dari jumlah pendaftar atau mahasiswa yang mencapai 122 orang dengan rata - rata kehadiran di setiap pertemuan mencapai 95 persen.
(zul)