Tiga Vaksin COVID-19 Ini Tunjukkan Respon Imun Kuat hingga 8 Bulan Tanpa Booster
Esti setiyowati
Ahad, 17 Oktober 2021 - 16:35 WIB
Tiga vaksin COVID-19 terbukti mampu memberi perlindungan lebih kuat dan tahan lama dari risiko keparahan penyakit. Foto : LANGITT/iStock
Menurut hasil studi dalam New England Journal of Medice, tiga vaksin COVID-19 yaitu Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson menunjukkan respon imun yang lebih kuat 8 bulan setelah suntikan tanpa booster.
Studi tersebut juga menemukan tanda ketiga vaksin tadi memberi perlindungan lebih kuat dan tahan lama dari risiko keparahan penyakit. Analisis juga mengisyaratkan perbedaan cara vaksin menghasilkan antibodi.
Antibodi dari Pfizer dan Moderna melonjak dan kemudian turun dengan cepat, sementara antibodi Johnson & Johnson lebih stabil dari waktu ke waktu.
Baca juga : Malaysia Setuju Penggunaan Pfizer sebagai Vaksin Booster
"Pada bulan kedelapan, respons antibodi sebanding untuk ketiga vaksin ini," ujar Direktur Pusat Penelitian Virologi dan Vaksin di Beth Israel Deaconess Medical Center Dr. Dan Barouch seperti dikutip dari Abc News, Minggu (17/10/2021).
Dilihat dari jenis teknologinya, vaksin Pfizer dan Modernah memakai teknologi yang sama yaitu mRNA, sementara Johnson & Johnson menggunakan teknologi vektor virus. Kedua teknologi ini memicu berbagai jenis respons imun.
Antibodi sendiri merupakan protein yang melawan virus dalam darah menjadi salah satu indikasi vaksin bekerja. Tetapi antibodi hanyalah salah satu bagian dari respons imun tubuh secara keseluruhan.
Studi tersebut juga menemukan tanda ketiga vaksin tadi memberi perlindungan lebih kuat dan tahan lama dari risiko keparahan penyakit. Analisis juga mengisyaratkan perbedaan cara vaksin menghasilkan antibodi.
Antibodi dari Pfizer dan Moderna melonjak dan kemudian turun dengan cepat, sementara antibodi Johnson & Johnson lebih stabil dari waktu ke waktu.
Baca juga : Malaysia Setuju Penggunaan Pfizer sebagai Vaksin Booster
"Pada bulan kedelapan, respons antibodi sebanding untuk ketiga vaksin ini," ujar Direktur Pusat Penelitian Virologi dan Vaksin di Beth Israel Deaconess Medical Center Dr. Dan Barouch seperti dikutip dari Abc News, Minggu (17/10/2021).
Dilihat dari jenis teknologinya, vaksin Pfizer dan Modernah memakai teknologi yang sama yaitu mRNA, sementara Johnson & Johnson menggunakan teknologi vektor virus. Kedua teknologi ini memicu berbagai jenis respons imun.
Antibodi sendiri merupakan protein yang melawan virus dalam darah menjadi salah satu indikasi vaksin bekerja. Tetapi antibodi hanyalah salah satu bagian dari respons imun tubuh secara keseluruhan.