home global news

MUI Angkat Bicara soal Heboh Pengasuh Pesantren di Pati Cabuli 50 Santriwati: KH Cholil Nafis Kecam Keras

Selasa, 05 Mei 2026 - 08:49 WIB
MUI Angkat Bicara soal Heboh Pengasuh Pesantren di Pati Cabuli 50 Santriwati: KH Cholil Nafis Kecam Keras
LANGIT7.IDJakarta; Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya angkat bicara menanggapi kasus dugaan pencabulan yang dilakukan seorang pengasuh pondok pesantren terhadap puluhan santrinya di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, mengecam keras tindakan bejat tersebut dan menuntut penegakan hukum yang tegas serta transparan.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (4/5/2026), Kiai Cholil menegaskan bahwa MUI secara kelembagaan mendukung penuh proses hukum yang tengah berjalan terhadap terduga pelaku. Ia menilai lambatnya proses hukum sejak laporan pertama kali masuk pada 2024 lalu telah memicu kemarahan publik yang berujung pada aksi massa pada Sabtu (2/5/2026) lalu.

"Saya secara pribadi maupun sebagai pimpinan Majelis Ulama Indonesia mendukung penuh atas penegakan hukum terjadinya, terduga atau indikasi dugaan adanya pelecehan seksual, penyimpangan dari sang pengasuh kepada murid-muridnya, santri-santrinya," tegas Kiai Cholil dikutip dari laman resmi MUI .

Ia menekankan bahwa setiap bentuk pelanggaran, terutama yang terjadi di lingkungan lembaga pendidikan keagamaan, harus segera ditindak tegas. Langkah ini krusial tidak hanya untuk memberikan keadilan bagi para korban, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan publik dan mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri di masyarakat yang bisa mengganggu stabilitas sosial .



Dorong Pengawasan Ketat ke Lembaga Pengawas


Lebih dari sekadar penyelesaian hukum, Kiai Cholil menyoroti pentingnya langkah preventif agar kasus serupa tidak terulang di kemudian hari. Ia secara khusus mendorong Majelis Masyayikh di bawah Kementerian Agama (Kemenag) untuk memperketat monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan pesantren.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya