Mendiktisaintek Tegaskan Pentingnya Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemda
Lusi mahgriefie
Rabu, 06 Mei 2026 - 07:05 WIB
Mendiktisaintek Tegaskan Pentingnya Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemda
Perguruan tinggi diminta terlibat dalam memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam Gerakan Nasional Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Ia menyebutkan bidang-bidang keilmuan yang diharapkan dapat membantu pemerintah daerah misalnya, arsitektur untuk tata kota, kemudian teknik lingkungan dan teknik mesin untuk membantu penanganan sampah.
"Bapak Presiden tadi menanyakan perkembangan itu. Diharapkan setiap daerah, provinsi maupun kota, kabupaten, itu kampus memiliki tim yang nantinya menjadi seperti asisten untuk kepala daerahnya, membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan itu," tutur Menteri Brian dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (6/5/2026).
Oleh karena itu, sebagai tindak lanjut Menteri Brian akan segera memanggil kampus-kampus dari berbagai daerah, misalnya Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gadjah Mada (UGM), untuk membentuk tim yang berperan memberi masukan dan rekomendasi kepada kepala daerah di daerahnya masing-masing untuk pelaksanaan gerakan ASRI.
"Ini sejalan dengan program kami, Diktisaintek Berdampak. Jadi, bagaimana penelitian, pengajaran yang ada di kampus itu relevan dengan kebutuhan yang ada di daerahnya masing-masing. Tadi, Bapak Presiden minta (keterlibatan kampus, red.) lebih terstruktur lagi supaya seluruh kampus bisa berperan," tutur Mendiktisaintek.
Baca juga:Mendiktisaintek Terbitkan Surat Edaran Pola Kerja Kampus, Singgung Soal Kuliah Daring
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Ia menyebutkan bidang-bidang keilmuan yang diharapkan dapat membantu pemerintah daerah misalnya, arsitektur untuk tata kota, kemudian teknik lingkungan dan teknik mesin untuk membantu penanganan sampah.
"Bapak Presiden tadi menanyakan perkembangan itu. Diharapkan setiap daerah, provinsi maupun kota, kabupaten, itu kampus memiliki tim yang nantinya menjadi seperti asisten untuk kepala daerahnya, membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan itu," tutur Menteri Brian dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (6/5/2026).
Oleh karena itu, sebagai tindak lanjut Menteri Brian akan segera memanggil kampus-kampus dari berbagai daerah, misalnya Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gadjah Mada (UGM), untuk membentuk tim yang berperan memberi masukan dan rekomendasi kepada kepala daerah di daerahnya masing-masing untuk pelaksanaan gerakan ASRI.
"Ini sejalan dengan program kami, Diktisaintek Berdampak. Jadi, bagaimana penelitian, pengajaran yang ada di kampus itu relevan dengan kebutuhan yang ada di daerahnya masing-masing. Tadi, Bapak Presiden minta (keterlibatan kampus, red.) lebih terstruktur lagi supaya seluruh kampus bisa berperan," tutur Mendiktisaintek.
Baca juga:Mendiktisaintek Terbitkan Surat Edaran Pola Kerja Kampus, Singgung Soal Kuliah Daring