home lifestyle muslim

Cuaca Arab Saudi Makin Panas, Jamaah Haji Diimbau Waspadai Gejala Dehidrasi

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:15 WIB
Cuaca Arab Saudi Makin Panas, Jamaah Haji Diimbau Waspadai Gejala Dehidrasi. Foto: Pexels
Musim haji tahun 2026/1447 H bertepatan dengan masuknya siklus musim panas di Timur Tengah. Di awal Mei 2026, suhu udara di Makkah dilaporkan mencapai 43 derajat Celcius. Cuaca panas ekstrem ini menjadi tantangan berat bagi calon jamaah haji.

Dokter spesialis gizi klinik Dr. dr. A. Yasmin Syauki, M.Sc., Sp.GK(K), MHPE mengimbau jamaah haji asal Indonesia agar mewaspadai gejala dehidrasi saat menjalankan ibadah di tengah suhu ekstrem di Kota Suci Makkah dan Madinah, Arab Saudi.

Baca juga: Rekonstruksi Makna Haji: Melacak Jejak 3600 Tahun Syariat Ibrahim

Menurut dr. A. Yasmin Syauki, kondisi kekurangan cairan tubuh dapat dikenali dari beberapa gejala awal seperti tubuh terasa lemah hingga perubahan warna urine menjadi lebih pekat.

"Tanda-tanda dehidrasi itu sebenarnya lemas, kemudian kalau misalnya yang sebelum lemas mungkin kita bisa lihat warna kencing kita itu warnanya apa," kata dr. Yasmin Syauki, seperti dikutip dari Antara, Selasa (12/5/2026).

Dosen Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin itu menjelaskan bahwa warna urine bisa menjadi indikator sederhana untuk memantau kondisi cairan tubuh selama menjalani aktivitas ibadah haji.

"Ketika dia warnanya pekat, maka kemungkinan kita dehidrasi. Jadi sudah tidak terlalu kuning, bukan kuning jernih, jadi kuningnya pekat, maka itu sudah mengalami dehidrasi," katanya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya