Soroti Bahaya Media Sosial, Puteri Indonesia 2026 Turun Tangan Dukung PP Tunas
Esti setiyowati
Kamis, 04 Juni 2026 - 20:53 WIB
Soroti Bahaya Media Sosial, Puteri Indonesia 2026 Turun Tangan Dukung PP Tunas. Foto: Instagram/officialputriindonesia.
Finalis Puteri Indonesia 2026 menyatakan kesiapannya menjadi penggerak edukasi perlindungan anak di ruang digital melalui dukungan terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas.
Komitmen tersebut disampaikan saat audiensi dengan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Baca juga:Batasi Usia Pengguna Medsos, Menkomdigi: Lindungi Anak-anak di Ruang Digital
Para Puteri Indonesia menilai PP Tunas bukan sekadar aturan yang membatasi akses anak terhadap teknologi atau media sosial. Sebaliknya, regulasi ini hadir sebagai bentuk perlindungan agar anak-anak dapat memanfaatkan dunia digital secara lebih sehat, aman, dan sesuai dengan usia serta tahap perkembangannya.
Puteri Indonesia Pendidikan 2026 sekaligus Miss Charm Indonesia 2026, Gisela Belicia Alma Thesalonica, menilai regulasi tersebut disusun melalui kajian matang dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, psikolog, hingga praktisi.
Menurutnya, perlindungan anak di era digital menjadi isu penting yang membutuhkan perhatian bersama.
Kehadiran PP Tunas dinilai dapat membantu anak-anak mengenal media sosial secara lebih bijak tanpa harus terpapar berbagai risiko digital sejak dini.
Komitmen tersebut disampaikan saat audiensi dengan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Baca juga:Batasi Usia Pengguna Medsos, Menkomdigi: Lindungi Anak-anak di Ruang Digital
Para Puteri Indonesia menilai PP Tunas bukan sekadar aturan yang membatasi akses anak terhadap teknologi atau media sosial. Sebaliknya, regulasi ini hadir sebagai bentuk perlindungan agar anak-anak dapat memanfaatkan dunia digital secara lebih sehat, aman, dan sesuai dengan usia serta tahap perkembangannya.
Puteri Indonesia Pendidikan 2026 sekaligus Miss Charm Indonesia 2026, Gisela Belicia Alma Thesalonica, menilai regulasi tersebut disusun melalui kajian matang dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, psikolog, hingga praktisi.
Menurutnya, perlindungan anak di era digital menjadi isu penting yang membutuhkan perhatian bersama.
Kehadiran PP Tunas dinilai dapat membantu anak-anak mengenal media sosial secara lebih bijak tanpa harus terpapar berbagai risiko digital sejak dini.